PT.AMOS INDAH INDONESIA HARUS BAYARKAN UPAH !!

aktivitas Buruh Garmen Kawasan Berikat Nusantara-Cakung Jakarta
Aktivitas Buruh Garmen Kawasan Berikat Nusantara-Cakung Jakarta

FBTPI  Jakarta,Jum’at ( 10/04).Di tengah mewabahnya pandemic corona covid 19, para buruh di kawasan berikat nusantara cakung Jakarta tetap bekerja diamana walaupun dampak terpapar kemungkinan besar ,saat ini para buruh yang bekerja di Garmen terancam mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK ) kemungkinan besar pengusaha mengalami sepi order.

Hal ini dialami oleh PT. Amos Indah Indonesia (Arsitas Mitra)  perusahaan  Garmen yang beralamat di jalan  Jawa I Blok C.18 Kawasan berikat nusantara Cakung, Jakarta utara anggota Federasi Buruh Lintas Pabrik ( FBLP-KPBI ),dimana pada  10 April 2020, manajemen perusahaan  menstop produksinya dan merumahkan kurang lebih  800 ( Delapan Ratus ) pekerja / buruhnya selama  2 ( dua ) minggu di rumahkan karena ordernya berkurang sejak pandemic corona covid 19 .sebelum dilakukan  Perundingan Pengurus pimpinan komisariat FBLP dengan pihak Manajemen perusahaan di kantor PT. Amos Indah Indonesia (Arsitas Mitra)  berkaitan dengan dirumahkannya buruh tanpa pembayaran upah berujung deadlock.pihak Manajemen perusahaan’tanpa mau memahami situasi pelik yang dialami buruh, menolak seluruh tuntutan yang diajukan buruh.kata pengurus Pimpinan Komisariat.

Dian septi  Departemen advokasi Federasi Buruh Lintas Pabrik ( FBLP-KPBI )mengatakan’ Sayangnya kebijakan tersebut tidak di ikuti dengan pembayaran upah buruhnya. Padahal selama ini mereka bertahan hidup dengan menggantungkan hidupnya dari upah kerjanya. Katanya.kamis ( 09/04/2020 )

Jumisih ketua Umum federasi buruh lintas pabrik ( FBLP-KPBI ) ‘selama ini mereka dirumahkan tidak bisa memenuhi kebutuhan harian seperti makan, biaya kost dan lain sebagainya. Perusahaan menyatakan rugi dalam situasi pandemi.seharusnya pandemic ini tidak bisa di jadikan sarana oleh pengusaha untuk aksi cuci tangan,karena bergepok-gepok profit ( laba )yang sudah diambil pengusaha.’laporan keuangan perlu di ketahui oleh buruh’imbuhnya.

Berdasarkan data Kemnaker per 7 April 2020, dampak pandemi Covid-19, untuk sektor formal yang dirumahkan dan di-PHK sebanyak 39.977 perusahaan. Jumlah pekerja/buruh/tenaga kerja yang terdampak sebanyak 1.010.579 orang.Kemnaker juga memberikan pedoman mengenai perlindungan pekerja/buruh dan kelangsungan usaha dalam rangka pencegahan dan penanggulang Covid-19 melalui Surat Edaran (SE) Menaker No.M/3/HK.04/III/2020 tentang perlindungan pekerja/buruh dan kelangsungan usaha dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Saat dihubungi oleh pihak buruh, baik pihak Kementerian tenaga kerja, Dinas Tenaga Kerja DKI, dan Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Utara hanya memberikan arahan untuk mengisi form pengaduan terkait covid19 ini. Padahal yang kami butuhkan adalah ada ketegasan pemerintah untuk melindungi upah buruh selama di rumahkan.saat ini para buruh PT. Amos Indah Indonesia (Arsitas Mitra)  perusahaan  Garmen tetap bertahan menuntut hak nya di depan perusahaan.Rep mar

Mungkin Anda Menyukai