FBTPI-KPBI Maluku Utara Angkat Bicara Korban Buruh di PT.Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP)

kondisi kecelakaan di PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP)Halmahera Tengah.
Kondisi kecelakaan di PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP)Halmahera Tengah.

FBTPI-Jakarta,Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah  Federasi Buruh Transportasi Indonesia dan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (DPW FBTPI-KPBI) Maluku Utara,angkat bicara atas insiden kecelakaan kerja yang meninggal dunia  para buruh di PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) beralamat di Halmahera Tengah.

Dimana hasil Investigasi yang dilakukan tentang angka kecelakaan di kawasan pertambangan di Indonesia, pihaknya menemukan angka kecelakaan buruh terus meningkat dari tahun ke tahun.

Data kecelakaan kerja di tambang untuk tahun 2019 terdapat 114.000 kasus kecelakaan, sementara di tahun 2020 meningkat menjadi 177.000 kasus kecelakaan dari bulan Januari-Oktober. data ini sesuai catatan yang direkam oleh BPJS Ketenagakerjaan,”terangnya.

Salain itu, lanjut Aslan, untuk di PT. IWIP Halmahera Tengah sendiri, data yang terkaver lewat BPJS ketenaga kerjaan juga sudah mencapai angka puluhan.

“Dan dari PT. IWIP sendiri mulai dari tahun 2018 hingga 2021 tercatat 10 kali kecelakaan kerja yang berakhir kematian,”ungkapnya. rabu (1/9/21).

Ia menegaskan, kecelakaan kerja yang terjadi berulang-ulang bukan kejadian alami, tapi ini berhubungan dengan penerapan K3 di dalam perusahaan yang tidak benar.

“Jam kerja atau sift kerja yang panjang juga menjadi penyebab tingginya angka kecelakaan karyawan atau buruh,”tegasnya

Aslan Sarifudin Ketua DPW FBTPI-KPBI Maluku Utara mengungkapkan  “Kecelakaan kerja yang di alami oleh pekerja PT. IWIP yang sudah berulang-ulang terjadi, maka tentu harus diperhatikan, baik PT. IWIP sendiri maupun Pemda dan DPRD di daerah,berharap kepada pihak terkait khususnya Kementrian Tenaga Kerja agar melakukan tindakan terhadap pihak perusahaan.”ungkapnya,pada rabu (1/9/21).

 

Mungkin Anda Menyukai