KOMPI FBTPI : Menggelar diskusi ‘’Grakan Buruh Masa Orba 1965 – 1998’’

Foto : Agenda Diskusi Rutin KOMPI FBTPI di Sekretariat DPP FBTPI,Pada Minggu (16/03/22) a
Foto : Agenda Diskusi Rutin KOMPI FBTPI di Sekretariat DPP FBTPI,Pada Minggu (16/03/22)

Kompi Pendidikan Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI) menggelar kembali Agenda Diskusi yang bertema “Gerakan Buruh Pada Masa orde baru (1965-1998). Yang di dibawakan oleh pemateri Tegar Afriansyah (Mahasiswa) dan Saeful ( Buruh PT. Dunia Plastik).

Agenda tersebut dilaksanakan di sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) FBTPI Jakarta Barat, Kapuk Poglar, (16/03/22)

“Rezim Orde baru adalah rezim yang antu buruh, pada periode inilah. Gerakan buruh di bumi hanguskan oleh penguasa” kata Ipul

Anang Saeful atau yang akrab disapa Ipul merupakan Buruh PT Dunia Plastik yang menjadi anggota Serikat Buruh Aneka Industri (SBAI) Pengurus Komisariat (PK) PT. Dunia Plastik.

Ia menjelaskan, tahun 1965-1998 adalah tahun hancurnya gerakan buruh akibat kudeta yang dilakukan oleh Presiden Soeharto kepada Presiden Soekarno. Kemudian, munculnya supersemar sebagai legitimasi mundurnya soekarno dari jabatan yang kemudian digantikan dengan Soeharto.

“Ini merupakan fakta sejarah. Pada masa ini, bukan hanya Gerakan buruh yang di hancurkan, akan tetapi seluruh gerakan rakyat dihancurkan oleh rezim orde baru.” Tuturnya.

Kemudian ipul menjelaskan, semua yang berhubungan dengan serikat buruh atau gerakan buruh. Maka, menurutnya akan dianggap komunis bahkan subversif oleh rezim yang berkuasa.

“Sebegitu antinya rezim orde baru kepada kaum buruh. Ini bukti yang sangat jelas bahwa periode kepimpinan soeharto selama 32 tahun, telah menghilangkan marwah perjuangan kelas buruh, karena buruh hanya boleh tau urusan ekonomi semata tanpa tau persoalan politik yang terjadi” tegas Ipul

Selain itu Ipul juga mengungkapkan, pada fase ini, kebijakan yang pro terhadap investasi asing atau neoliberalisme mulai menjangkit negara indonesia.

“Pada tahun 1967, lahir Undang-Undang Nomor 1 tentang Penanaman Modal Asing (UUPMA). Sehingga, membuat negara indonesia semakin ketergantungan dalam hal ekonomi, kemudian kaum buruh lah yang akan menanggung utang negara indonesia kepada negara-negara asing.” Ujarnya.

Lanjutnya, Ipul menyimpulkan, bahwa buruh harus belajar dan berjuang. Menurutnya, perjuangan kaum buruh bukan hanya soal ekonomi semata, akan tetapi kaum buruh harus memperjuangakan hak politiknya, untuk menuju kesejahteraan kaum buruh yang sejati.

“Slogan yang sering kira serukan adalah, Buruh Berkuasa, Rakyat Sejahtera. Maka dari itu buruh harus mempunyai kesadaran untum berkuasa, dan menggantikan kekuasaan yang lama, yang menindas kaum buruh dengan kekuasaan yang baru, yang dimana buruh mengelola negara untuk kesejahteraan seluruh rakyat” tegasnya.

Mungkin Anda Menyukai