SBAI-FBTPI HALAL BI HALAL DI BASIS JAKARTA BARAT

Foto: Agenda Halal BI halal di Depan PT.Maruni Daya Sakti -Jakarta Barat
Foto: Agenda Halal BI halal di Depan PT.Maruni Daya Sakti -Jakarta Barat

Serikat Buruh Aneka Industri (SBAI)- Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI), PT. Maruni Daya Sakti, Menggelar agenda Halal Bi Halal, di depan perusahaanya, di jalan Peternakan III, Jakarta Barat. Rabu (11/05/22)

Agenda Halal Bi Halal ini di gelar dalam rangka menguatkan tali silaturhami kepada kawan-kawan buruh yang tengah mengalami Konflik Pemutusan Hubungan Kerja sepihak (PHK).

“Tentulah penting bagi kita untuk merajut tali silaturahmi kepada seluruh anggota FBTPI-SBAI di PT. Maruni Daya Sakti agar terus semangat dalam berjuang” Ujar yasin

Nuryasin atau yang kerap disapa bung yasin itu, merupakan Pengurus Komisariat (PK) Maruni Daya SaktiĀ  yang melakukan pendampingan secara khusus bersama 13 Kawan buruh PT. Maruni yang di PHK secara sepihak oleh manajemen perusahaan.

Dalam pantauan Tim Media FBTPI.Org , acara tersebut berlangsung khidmat. Kemudian, dihadiri juga oleh pihak DPP-FBTPI. Yang selanjutnya, di lanjutkan dengan acara Diskusi.

Kemudian, yasin mengatakan bahwa sampai hari ini pun pihak manajemen perusahaan belum ada itikad baik kepada 13 kawan buruh yang di PHK secara sepihak itu.

“Hal ini berdasarkan pada perkembangan kasus, yang belum ada titik terang, malah saya bisa katakan pemerintah dan pihak perusahaan lalai untuk menangani kasus ini” kata yasin

Nuryasin, juga merupakan korban dari kejahatan yang dilakukan oleh PT. Maruni Daya Sakti, ia adalah salah satu dari 13 buruh yang di PHK secara sepihak.

Kemudian ia menambahkan, bahwa pihak manajemen, telah melakukan banyak pelanggaran Hukum kepada 13 buruh ini, dan ia menyebutkan bahwa pihak manajemen perusahaan kejahatan kemanusiaan.

“Tindakan keji pihak manajemen yang tidak memikirkan nasib keluarga para buruh dibulan suci ramadhan adalah dosa besar, apalagi di bulan yang fitrah ini, setelah lebaran.” Kata yasin.

Kemudian ia mengungkapkan, hal selanjutnya adalah selain diskusi tentang perkembangan kasus, pihaknya menambahkan soal diskusi perjuangan kelas. Menurut yasin, kesadaran soal perjuangan kelas harus di tumbuhkan ditengah kehidupan rakyat.

Ia menyebutkan, dominasi sistem kapitalisme atau kekuatan modal, memberikan ruang dan jalan untuk memeras tenaga kerja manusia. Apalagi, lanjutnya, ditambah dengan muncul nya UU Ombuslaw, yang akhirnya melegalkan penindasan terhadap buruh dengan gaya barunya, yakni; sistem outsorching dan upah murah.

“Hanya dengan kekuatan buruh lah yang mempunyai kesadaran kelasan Rakyat bisa menemukan jalan kemenangan nya, untuk membalikkan keadaan dan mensejahtrakan dirinya.” Ucap yasin

Mungkin Anda Menyukai