Mahasiswa Aksi Geruduk Istana Negara

foto: Para Mahasiswa aksi di Patung Kuda ,Pada Senin,11/4/22.
foto: Para Mahasiswa aksi di Patung Kuda  ( Istana Negara ),Pada Senin,11/4/22.

FBTPI-Jakarta.Sebanyak 67 mahasiswa dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) turun aksi dengan membawa berbagai tuntutan. Mereka menyuarakan aspirasi itu di bilangan Istana Negara Jakarta, pada Senin (11/4/2022).

Salah satu tuntutannya adalah meminta Presiden Joko Widodo untuk tegas menolak penundaan pemilihan umum (pemilu) serentak dan perpanjangan masa jabatan menjadi tiga periode. Sebelumnya, Jokowi dalam rapat kabinet menyatakan bahwa pemilu serentak tetap akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024. 

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Mahasiswa Unusia tegar Apriansyah menyebutkan bahwa Jokowi hanya memastikan tanggal pelaksanannya saja, tetapi tidak memberikan sikap untuk tidak terlibat lagi di dalam kontestasi politik pada 2024 mendatang. Mahasiswa Unusia pun mendesak agar Jokowi benar-benar secara konkret tegas menolak penundaan pemilu serentak. 

“Yang cuma dipastikan kan adalah tanggal 14 Februari 2024, akan menggelar pemilu serentak. Jokowi hanya memberi sikap pemilu serentak 2024, tapi dia tidak memberikan sikap bahwa dirinya tidak akan terlibat lagi dalam politik elektoral,” jelas tegar, kepada tim FBTPI.Org, Senin petang

Ia membeberkan alasan kenapa Jokowi harus menyatakan sikap secara tegas untuk tidak terlibat pada 2024. Sebab jika Jokowi tetap ikut dalam kontestasi politik, pada pemilu nanti, maka tegar menilai hal tersebut akan menjadi penyakit bagi demokrasi di negeri ini. 

“Ini akan menjadi penyakit ketika pemilu serentak akan dilakukan dan pencalonan tetap di-setting oleh elite-elite politik, menjadi penyakit bagi rakyat Indonesia, khususnya rakyat miskin,” tegas tegar. 

Selain itu, tegar menyoroti sikap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Menurutnya, Luhut adalah orang yang mula-mula menyuarakan soal penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden. 

“Kemarin dia (Luhut) mengonsolidasikan para petani agar kemudian bisa memilih atau bisa mendeklarasikan agar Jokowi tetap presiden,” kata Mahasiswa Jurusan Sosiologi Unusia Jakarta semester 6 ini. 

Di banyak kesempatan, Luhut pun kerap menyebut soal big data yang berisi tentang suara masyarakat ingin Jokowi tetap menjadi presiden. Menurut tegar, Luhut tidak memberikan dasar atau alasan yang jelas.

“Bahkan dalam pernyataannya, Luhut berkata bahwa ini adalah urusan internal pemerintahan, bagaimana mungkin ini urusan internal sedangkan dia sudah bicara big data yang dinarasikan di media. Banyak kalangan mahasiswa dan kalangan elemen rakyat lainnya mendorong Luhut membuka big data tersebut,” tuturnya. 

Mewakili Mahasiswa Unusia yang turun aksi pada hari ini, tegar berharap agar Indonesia ke depan tidak lagi muncul berbagai problematika yang memicu protes dalam bentuk aksi demonstrasi. “Pemerintah harus taat konstitusi,” tegasnya.

Mungkin Anda Menyukai