Di Bulan Suci Ramadhan FBTPI Bagikan 150 Paket Takjil dan Selebaran Depan Tenda Juang Buruh PT.Elite Permai Metal work.Ltd

Pembagian takjil dan Selebaran depan perusahaan PT.Elite Permai Metal Works.Ltd Jl..Kapuk Raya No.44a Penjaringan Jakarta Utara.pada Senin 26/4/21
Pembagian takjil dan Selebaran depan perusahaan PT.Elite Permai Metal Works.Ltd Jl..Kapuk Raya No.44a Penjaringan Jakarta Utara.pada Senin 26/4/21

Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia ( FBTPI- KPBI), menggelar aksi sosial membagikan ratusan paket takjil berbuka puasa dan Selebaran menyambut Mayday pada 1 mei mendatang,kepada pengguna jalan di Jl.Kapuk Raya No.44a Penjaringan Jakarta Utara tepatnya depan tenda juang dari pukul 16.00 wib hingga 18.00 wib , Senin 26  April  2021.

Berdasarkan pantauan media FBTPI  di lokasi, para buruh membagikan selebaran kertas berisi suara hati kaum buruh tentang penolakan  RUU Cipta Kerja/ Ownibus Law yang harus ditolak dan dihapuskan. 

Kegiatan sosial yang digelar bertepatan menjelang 1 mei Hari Buruh atau May day  itu, digelar sebagai bentuk kepedulian mereka kepada masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa dan walaupun mereka sedang melakukan aksi yang sudah memasuki ke 64 hari.semangat terus digelorakan demi menuntut hak yang harus diperolehnya.

Koordinator Lapangan Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia ( FBTPI ), Agus Sutarya mengatakan, Tujuannya tidak lain adalah kegiatan sosial ini merupakan wujud bentuk kepedulian kita dalam menyambut bulan puasa,walaupun ditengah pandemic covid 19 ini,dan ‘’kami juga masih bertahan menjalankan di tenda juang sampai saat ini pihak perusahaan belum ada itikad baik’’.tegasnya pada seni 26/4/21.

Dalam kegiatan ini, ditambahkan Agus, ada sekitar 40 buruh yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut.”Rencananya kegiatan seperti ini akan digelar rutin selama bulan ramadhan. Hingga perayaan may day Kami berharap semoga masyarakat yang menerima takjil bisa merasakan manfaatnya,” harapnya. 

Sementara, dalam kertas selembaran berisi kalimat penolakan RUU Ownibus Law terdiri ke dalam dua belas  poin, yakni hilangnya upah minimum bagi buruh, hilangnya pesangon, outsourcing bebas diterapkan di core bisnis, kerja kontrak tanpa batasan waktu, waktu kerja yang eksploitatif serta usut tuntas korupsi Bansos dan Bpjs, Berikan THR bagi awak kendaraan ( pengemudi ) sesuai SE Menakertrans RI NO.M/6/HK.04/IV/2021.

Pembagian takjil tersebut juga dibantu pihak kepolisian dan Laskar FBTPI dalam pengaturan arus lalulintas berjalan dengan kondusif dan berjalan lancer hingga dilanjutkan berbuka puasa bersama.

Mungkin Anda Menyukai