Buruh Transportasi PT.Pan Ekpres Internasional di Marunda Center Memenuhi Panggilan SUDINAKER Kab.Bekasi

klarifikasi pihak mediator SUDINAKER Kab.Bekasi dengan Pekerja dan perwakilan perusahaan PT.Pan Ekpres Internasional (Kamis,26/11)
klarifikasi pihak mediator SUDINAKER Kab.Bekasi dengan Pekerja dan perwakilan perusahaan PT.Pan Ekpres Internasional (Kamis,26/11)

FBTPI BEKASI – Sejumlah buruh PT Pan Express International memenenuhi panggilan pihak mediator suku Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi surat yang di kirim pada 23 November 2020,dengan nomor : 567/8196/Dinaker.dimana pihak perusahaan yang di waliki oleh pengacara ,PT Pan Express International berkantor di Kawasan Marunda Center Blok G 12.Taruma Jaya Kabupaten Bekasi.

Para buruh melakukan perlawanan dengan pendirian tenda di depan perusahaan. Ini merupakan buntut dari pihak perusahaan melakukan perjanjian kemitraan sebagai modus untuk menerapkan upah borongan. Para buruh yang sebagian besar awak sopir menolak karena menganggap dari mulai kerja tidak ada perjanjian.

Mudarif  Sekjen Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia ( FBTPI )menegaskan ‘pihak Disnakertrans Kabupaten bekasi hanya klarifikasi terkait surat pemberitahuan Aksi Pendudukan di garasi Pan Expres yang ada Marunda Center.tegasnya pada Kamis, 26/11.

Suwanto pihak mediator  menanyakan. “Apakah mau dilanjuti melalui mediasi atau tetap kepada pengawasan.” Tanya pihak mediator.

 “Boleh saja pak, tapi kami minta mediasinya menghadirkan pihak pengawasan, sesuai surat pengaduan kami di kementrian, dan sudah ada disposisi ke wilayah”.”Ungkapnya Sekjen FBTPI pada Kamis,26/11,

Ketua Pimpinan Komisariat PT Pan Express International Iwan Setiyawan mengatakan bahwa selama ia melamar dan bekerja tidak ada perjanjian kemitraan. “Munculnya surat kemitraan saat kami membentuk serikat buruh.’kami membentuk serikat sesuai undang-undang no.21 tahun 2000 tentang serikat,” tegasnya pada Kamis, 26/11.

puluhan buruh kembali melakukan unjuk rasa di depan perusahaan . “Kami tetap bertahan di depan perusahaan sebelum ada keputusan dari pihak manajemen,” ujarnya. pada Kamis, 26/11.Walaupun ditengah COVID-19 para buruh tetap memperhatikan protocol kesehatan dengan terus menjaga kesehatan.repmar

 

Mungkin Anda Menyukai