BURUH SOPIR PT.MANDIRI AGUNG TRANS MENUNTUT PESANGON SESUAI ATURAN UU KETENAGA KERJAAN

AKSI DEMONTRASI MENUNTUT HAK PESANGON KEPADA PIHAK PT.MANDIRI AGUNG TRANS.SABTU,10/11/21
AKSI DEMONTRASI MENUNTUT HAK PESANGON KEPADA PIHAK PT.MANDIRI AGUNG TRANS.SABTU,10/11/21

Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI) yang berafliasi dengan Konfederasi Perstuan Buruh Indonesia ( KPBI ) menolak PHK sepihak pada buruh PT.Mandiri Agung Trans Jl.marunda center Segera Makmur Taruma Jaya kab.Bekasi,FSBPI menganggap PHK itu tidak sah. “Ada sekitar 27 org yang ter-PHK tersisa 9 orang. Yang dari anggota serikat yang sudah terdata ,” kata Ketua Umum FSBPI Dian Septi di Kabupaten Bekasi, Sabtu (10/4/2021).

Sebagai bentuk perlawanan, 9 buruh transportasi dan solidaritas dari jaringan organisasi sekawan melakukan aksi unjuk rasa di kantor depot PT.Mandiri Agung Trans pada sabtu (10/4/2021). Perusahaan melakukan PHK sepihak dengan menawarkan konpensasi sebesar 2,5 juta dengan berpariasi masa kerja. Sejak itu, serikat sudah berupaya untuk melakukan perundingan. “Kami terpaksa melakukan unjuk rasa karena perusahaan mengabaikan perundingan yang hanya perwakilan dari managemen yaknio pak Upang,” imbuh Dian Septi.

Sanan  sebagai driver bekerja di PT Mandiri Agung Trans sudah 15 tahun mengatakan bahwa selama saya   bekerja tidak ada perjanjian kemitraan. “saya hanya diberikan kompensasi sebesar 3.5 juta rupiah,” tegasnya pada Sabtu, 10 April 2021.

Ia berharap pihak perusahaan memiliki itikad baik dalam penyelesain ini dan berharap kepada pihak instansi pemerintah agar dapat memfasilitasi untuk trifartit,dimana tuntutan agar dibayar  sesuai UMK Kabupaten Bekasi”tegasnya di hari yang sama.

Sekjen FSBPI Damar Panca mengatakan saya meminta agar perusahaan mengikuti peraturan Undang-Undang Tenaga Kerja,tetapi pihak perusahaan ttp meminta berdasarkan kemampuan perusahaan” meminta agar di pertemuan dengan pemilik perusahaan langsung,yang bisa mengambil kebijakan tersebut kami selalu di pertemuan dalam mediasi oleh pihak stafnya percuma pertemuan tersebut,”kami akan terus melakukan aksi jika pemilik perusahaan tidak menemui kami”tegasnya .

Sempat terjadi dorong- dorongan antara peserta aksi di depan PT.Mandiri Agung Trans dimana  para warga sekitar perusahaan dibenturkan dengan peserta aksi merasa terganggu,ini dugaan adanya provokasi dari pihak perusahaan.

Jumisih wakil Ketua FSBPI menambahkan  ‘kami  dari serikat menuntut ada penghargaan dan penghormatan untuk para buruh yang sudah bekerja puluhan tahun, jangan memperlakukan buruh sewenang-wenang dengan dalih buruh sistem kerja mitra. Sistem mitra itu tidak ada di undang-undang, Kalau pengusaha mau menghormati hukum, situasi perselisihan ini tidak akan berlarut-larut.”katanya pada Sabtu,10/4/21.

Ia menekankan supir bukanlah mitra ataupun pekerja harian lepas. “Buruh sopir adalah sama seperti buruh pada umumnya sehingga juga memiliki hak yang sama sesuai ketentuan perundang-undangan,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai