BURUH PT.DAYA RADAR UTAMA JAKARTA MELAKUKAN AKSI MOGOK KERJA

foto : Aksi Para Buruh PT.Daya Radar Utama Jl.RE.Martadinata Volker Tanjung PRIOK -Jakarta Utara
                                                foto : Aksi Para Buruh PT.Daya Radar Utama Jl.RE.Martadinata Volker Tanjung Priok -Jakarta Utara

Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI-KPBI) mendukung mogok kerja buruh PT.Daya Radar Utama galangan kapal nasional beralamat di Jl. RE Martadinata Volker Tanjung Priok- Jakarta Utara. Mogok ini dilakukan selama 30 hari pada tanggal 1-30 September 2021.sekitar kurang lebih 70 orang buruh melakukan aksi mogok kerja,Mereka kecewa karena tuntan mereka diantaranya:

  1. Pekerjakan Kembali anggota SBPN PT. Daya Radar Utama yang ter-PHK sepihak;
  2. Bayarkan Hak atas pensiun kepada para pekerja yang memasuki usia pensiun, sesuai peraturan   yang berlaku; 
  3. Bayarkan rapelan kekurangan upah pokok dan kekurangan rapelan upah lembur ;
  4. Penerapan Struktur skala upah, berdasarkan Peraturan Pemerintah no. 78 tahun 2015 passal 14 ayat 2 ;
  5. Penerapan Upah pokok para pekerja yang masih menerima upah di bawah UMP DKI tahun 2021 ;
  6. Penerapan Waktu kerja dan pembayaran upah lembur ;
  7. Bayarkan upah dan uang makan yang tertunda selama dua bulan ;
  8. Bayarkan upah dan uang makan tepat waktu ;

belum adanya kesepakatan dari perusahaan, maka aksi mogok kerja tetap dilakukan. dimana saat aksi mogok di hari pertama terjadi  represifitas oleh pihak kepolisian Polres pelabuhan KP3 Tanjung Priok Jakarta Utara.

Rasta Ketua Serikat SBPN-FBTPI PT.Daya Radar Utama mengungkapkan ”saat perundingan kemaren dengan pihak managemen ,namun mereka mengaku belum mendapat tanggapan” ungkapnya selasa 7/9/21.

lanjutnya,aksi mogok ini diatur dalam pasal 137 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menyatakan bahwa mogok kerja sebagai hak dasar pekerja/ buruh dan/atau serikat pekerja/serikat buruh yang dilakukan secara sah, tertib dan damai sebagai akibat dari gagalnya perundingan.tegasnya.

Azhar pekerja dan anggota serikat PK SBPN –FBTPI mengungkapkan “saya sudah berumur 60 tahun, bekerja sudah 23 tahun dari tahun 1998 hingga 2021 mengabdi di perusahaan dibagian maintenance  dimana saya memasuki usia pensiun yang seharusnya mendapatkan hak pensiun namun pihak perusahaan mengeluarkan  surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) baru”ungkapnya

Zainal Abidin Ketua Umum FBTPI menegaskan ”bahwa perjuangan mogok tersebut adalah suatu perjuangan kongkret yang harus dilakukan oleh buruh karena perusahaan masih mengebiri hak-haknya. “kita sebagai kaum buruh tidak bisa lagi dibodoh-bodohi,maka harus kita perjuangkan”tegasnya selasa 7/9/21.

dimana sampai saat ini puluhan buruh tetep melakukan aksi mogok hingga bermalam di depan perusahaan,bahkan banyak rekan buruh yang bersolidaritas untuk memberikan dukungan semangat. Red mar

 

Mungkin Anda Menyukai