BURUH PT.MARUNI DAYA SAKTI MENDIRIKAN TENDA DIBULAN SUCI RAMADHAN

foro: Aksi para Buruh PT.Maruni Daya Sakti di Jakarta -Barat.pada sabtu 16/4/22
foto: Aksi para Buruh PT.Maruni Daya Sakti di Jakarta -Barat.pada sabtu 16/4/22

FBTPI-Jakarta.Buruh pabrik kaca PT.Maruni Daya Sakti  menggelar Aksi Massa di Hari yang ke-23 di depan Perusahaan, di Jalan Raya Peternakan III, Jakarta Barat. Sabtu siang (16/04/22).

Di tengah situasi pandemi dan bulan suci ramadhan, tidak sedikitpun mengendurkan semangat Para buruh yang hari ini masih tetap setia berjuang untuk melawan pemutusan hubungan kerja secara sepihak yg di lakukan oleh PT Maruni Daya Sakti.

Pada hari ini, Para Buruh mendirikan tenda perjuangan di depan perusahaan tepatnya di tempat parkiran motor. Didalam tenda perjuangan, para buruh mengisi waktu luang dengan berdiskusi tentang perburuhan yang kemudian di lanjutkan dengan acara buka bersama.

“Tenda perjuangan yang kita bangun merupakan bentuk kekecewaan kami terhadap pihak perusahaan yang melakukan PHK sepihak” tutur yasin yang di temui oleh Tim media FBTPI.

Nuryasin atau yang kerap disapa yasin, merupakan pengurus serikat SBAI-FBTPI yang juga menjadi korban PHK sepihak dari perusahaan.

Kemudian, ia mengatakan bahwa hari ini Sikap perusahaan belum ada itikad baik untuk menemui kami, dalam rangka menyelesaikan permasalah yang terjadi.

“Saya berharap kepada pihak terkait Sudinakertrans Jakarta Barat agar segera melakukan sidak ke perusahaan yang tidak patuh terhadap aturan yang berlaku” kata dia

Selain itu, yasin mengungkapkan Bahwa ada info dari pihak terkait, pada tanggal 20 April akan ada pemanggilan mediasi dari Sudinakertrans  anatara pihak perusahaan dan buruh.

“Tentu ini menjadi langkah awal perjuangan kami untuk bertarung dengan pihak perusahaan dan sudinakertrans harus berpihak kepada kaum buruh” ungkap yasin

Bukan hanya itu, yasin menjelaskan tentang para korban phk sepihak, dimana mereka sudah bekerja hampir kurang lebih 15 tahun, kemudian yasin merasa miris  dengan sikap perusahaan yang tak taat hukum

“Saya bersama-sama 13 buruh lainnya di phk dengan alasan tidak lulus assesmant ni. Tentu saja ini tidak adil dan tidak lulusnya itu pun tanpa di beritahuankan kepada kami alasan yang jelas” tegasnya

Dari pantauan media, dimana warga sekitar perusahaan, banyak yang mendukung aksi tersebut.

Berbagai dukungan baik moril maupun materil yang diberikan oleh warga terus berdatangan dan membersamai perjuangan kaum buruh yang hari ini masih berjuang untuk menuntut hak-haknya kembali.

 

Mungkin Anda Menyukai