2.200 BURUH TENAGA BONGKAR MUAT PELABUHAN TANJUNG PRIOK BARU TERDAFTAR JHT DI BPJS

 

FBTPI, Jakarta .jumat ( 20/03 )– Sebanyak 2,200 anggota Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat (STKBM) pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara akhirnya mendapat perlindungan sosial. Mereka resmi terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang merupakan perlindungan bagi tenagakerja dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti sebagian penghasilan yang hilang atau berkurang dan pelayanan sebagai akibat peristiwa atau keadaan yang dialami oleh tenagakerja berupa kecelakaan kerja, sakit, hamil, bersalin, hari tua dan jaminan pemeliharaan kesehatan.

STKBM merupakan salah satu anggota dari Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia ( FBTPI-KPBI).Keberhasilan itu didapat setelah para pekerja selama hampir dua bulan berjuang melalui serikat pekerja. Acara penyerahan secara simbolis rencananya dilakukan pada 17 Maret 2020. Namun, kondisi virus novel corona (COVID-19) membuat STKBM menunda dan mengurangi jumlah peserta penyerahan simbolis tersebut.

 Nurtakim Ketua STKBM mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan merupakan hak pekerja. Namun, karena banyak dari anggota merupakan buruh harian, serikat menyepakati untuk menghitung jumlah rata-rata kerja dalam satu bulan sebanyak 10 hari kerja.

Menurut Nurtakim ‘ penetapan hitungan itu untuk menjawab masalah tidak meratanya hari kerja di antara para TKBM. “Kita sudah sepakat menetapkan rata-rata 10 hari kerja untuk setiap TKBM sebagai dasar penghitungan iuran JHT,” ujarnya pada Jumat, 20 Maret 2020.

Nurtakim menambahkan’berharap kepesertaan BPJS Ketenaga kerjaan itu akan meningkatkan semangat kerja dan produktivitas kerja mereka di Pelabuhan Tanjung Priok.

Amiludin Anggota STKBM mengungkapkan’kami sangat apresiasi kepada pengurus STKBM dan DPP FBTPI yang telah memperjuangkan  pendaftaran  JHT pada BPJS Ketenagakerjaan agar dapat lebih transparan memeriksa saldo. “Dengan di daftrakan JHT secara resmi ke BPJS Kita bisa mengecek secara online JHT dan serta tetap menuntut dana JHT yang dikelola koperasi Karya Sejahtera Tenaga Kerja Bongkar Muat (KS. TKBM),” tegasnya.

 

Mungkin Anda Menyukai