SUARA HATI SEORANG BURUH Bung ARI

malam takbiran di depan PT.ELIT PERMAI METAL WORKS.Jl kapuk raya ,no.44A  KAPUK MUARA  JAKARTA UTARA
malam takbiran di depan PT.ELIT PERMAI METAL WORKS.Jl kapuk raya ,no.44A KAPUK MUARA JAKARTA UTARA

Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahil-hamd.”

Malam ini gema takbir berkumandang di tenda juang pemogokan buruh pt elit permai metal works, hari raya idul fitri telah tiba. Sudah 81 hari tenda juang pemogokan buruh SBAI-FBTPI PT. Elit Permai Metal Works Jl.kapuk raya ,No.44A RT/RW.011/05 Kel.Kapuk Muara Penjaringan – Jakarta Utara. masih berdiri kokoh sampai hari ini. Selama 2 bulan lebih ini juga, solidaritas banyak berdatangan silih berganti ke tenda juang. Solidaritas dari sesama buruh, dari pemuda, pelajar dan mahasiswa, bahkan sampai kaum tani di desa sana memberikan kami berkantung-kantung beras untuk tambahan logistik selama berjuang.

Sebanyak 72 buruh yang melakukan aksi mogok kerja yang sekarang tidak dipekerjakan masih terus berjuang untuk menuntut hak-haknya yang tidak diberikan oleh perusahaan. Mogok kerja yang awalnya hanya selama 2 bulan, tetapi kini berlanjut karena tidak mendapatkan jawaban yang sesuai dengan tuntutan kaum buruh. Perusahaan sampai saat ini masih tetap tidak bergeming untuk memberikan hak-hak bagi pekerjanya. Padahal Sudinakertrans Jakarta-Utara sudah mengeluarkan nota penetapan yang berisi bahwa telah terjadi pelanggaran pidana upah kurang bayar di PT. Elit Permai Metal Works dan perusahaan wajib membayarkan upah kurang bayar sesuai dengan ketentuan undang-undang.

Sudah bertahun-tahun kaum buruh di pt.elit mengabdikan dirinya dengan bekerja sepenuh hati di perusahaan untuk menghidupi keluarganya. Ada yang sudah 40 tahun bekerja disana, dari perusahaan yang masih baru dan kecil hingga menjadi besar sekarang ini. Hasil kerja yang dicurahkan kaum buruh lah yang membuat perusahaan masih berdiri hingga kini. Akan tetapi hasil kerja yang dicurahkan itu dibalas  upah yang tidak sepadan, sesuai dengan ketentuan undang-undang dan parahnya lagi sampai PHK sepihak. Ini lah kenyataannya, kehidupan kaum buruh dibawah sistem ekonomi kapitalisme, buruh akan terus dihisap sampai tenaganya habis dan jika sudah tidak bisa bekerja lagi, dia akan segara digantikan dengan buruh yang lain.

Hari kemenangan telah tiba bagi seluruh umat muslim, setelah selama sebulan penuh berpuasa. Lebaran yang harusnya dipenuhi rasa kebahagian karena bersama sanak saudara dan keluarga, tapi tidak bagi buruh yang ada di PT. Elit Permai Metal Works Mereka, hari lebaran harus menunggui tenda juang yang sebagai simbol perlawanan harus dipertahankan dan tidak bisa berkumpul bersama keluarga yang ada di rumah maupun yang di kampung. Inilah kesedihan yang terjadi akibat penindasan perusahaan pt elit permai metal works kepada buruhnya. Lebaran yang seharusnya menjadi hari kebahagian, akan tetapi bagi kaum buruh pt.elit belum ada kebahagian jika belum ada kemenangan atas tuntutannya. Selama bulan puasa ini, kaum buruh harus berpanas-panasan dan kehujanan sambil menahan rasa haus serta lapar. Puasa tidak menjadi halangan untuk berjuang, ini telah diajarkan oleh baginda Nabi besar Muhammad SAW yang pada bulan ramadhan memenangkan perang Badhar pada 17 ramadhan tahun 2 hijriyah.

Kemalangan ini bukan hanya tidak bisa berkumpul bersama keluarga saja, tetapi selama 81 hari berjuang, kaum buruh pt.elit permai juga mendapatkan ancaman dan intimidasi dari perusahaan ataupun pihak aparat, seperti ancaman pembongkaran tenda sampai parahnya lagi ancaman pembunuhan. Intimidasi tidak ada habisnya, pihak perusahaan sampai mengunjungi keluarga dari buruh untuk memaksa menandatangani surat phk. Belum lagi anak yang merengek meminta baju baru, dapur yang tidak ngebul, dan banyak lagi permasalah yang terjadi di keluarga karna disebabkan oleh tindakan sewenang-wenang perusahaan. Ini semua sekarang menjadi beban pikiran bagi kaum buruh, selain beban fisik yang harus mereka terima. Padahal sudah jelas dalam undang-undang bahwa selama perselisihan sedang terjadi perusahaan wajib membayarkan upah dan memberikan hak lainnya kepada buruh.

Meskipun sudah jelas telah banyak terjadi pelanggaran hukum yang dilakukan oleh perusahaan dan perusahaan tetap banyak menerima orderan. Tidak ada tindakan tegas dari pihak pemerintah melalui pejabatnya atau aparatnya yang menindak perusahaan. Pemerintah diam tak melakukan apapun untuk menyelesaikan permasalahan rakyatnya, malah terkesan membiarkan dan menyalahkan buruh yang sedang berjuang ditengah situasi pandemi covid-19 karena berkumpul. Inilah watak sejati pemerintah dan partai politik borjuisnya. Hingga akhirnya kaum buruh harus sadar bahwa ia tidak bisa lagi menggantungkan nasibnya kepada mereka, karena sejatinya kemenangan lahir dari tindakan-tindakan perlawanan hebat yang dilakukan oleh kaum buruh itu sendiri. 

Tidak ada jalan keluar lain, selain kaum buruh dan rakyat tertindas membangun persatuan yang hebat. Dengan persatuan sebagai alat bagi rakyat untuk merebut kekuasaan yang selama ini dipegang oleh kelas penindas, dan menggantinya dengan kekuatan yang terlahir dari rahim rakyat tertindas agar dapat menumbangkan sistem ekonomi kapitalisme dan membangun dunia baru tanpa penindasan. Maka dari itu kami menyerukan kepada kawan-kawan yang memiliki nasib dan penindasan yang sama, agar berjuang bersama-sama, serta memperhebat dan memperbesar gerakan rakyat. Kami mengajak kawan-kawan juga untuk terus bersolidaritas pada perjuangan kami, dan menuntut bersama kepada perusahaan PT. Elit Permai Metal Works agar memberikan hak-hak bagi pekerjanya. Dengan tuntutan:

  1. Pekerjakan kembali 41 orang pengurus anggota SBAI-FBTPI yang di phk sepihak.
  2. Bayarkan Kekurangan Upah Sejak Tahun 2017 sampai dengan 2020.
  3. Bayarkan Upah Selama Di Rumahkan sesuai UMP DKI.

Dan, kami mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah, mohon maaf lahir dan batin

 

 

 

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai