Refleksi Akhir Tahun KPBI ”KITA HARUS SEGERA BANGKIT KEMBALI’

Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia
 Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia

FBTPI Jakarta,( sabtu,26/12).Mengawali pembukaan Refleksi Akhir Tahun 2021, Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Ilhamsyah menegaskan harapannya akan refleksi akhir tahun menjadi momentum untuk kembali bangkit. “Kekalahan demi kekalahan,semestinya menjadi cambuk untuk kembali bangkit, tidak boleh melemah,” tegas Ilhamsyah.

Refleksi akhir tahun yang diselenggarakan di Hotel Grand Pangestu Karawang, dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat, dihadiri oleh semua perwakilan dari Federasi Serikat Anggota dari berbagai kota seperti Karawang, Jakarta, Bekasi, dan Tangerang. Secara khusus, Ilhamsyah menyampaikan evaluasi mendalam atas perjuangan melawan pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja. Menurutnya, “kekalahan” gerakan buruh dan gerakan rakyat secara umum dalam menghadang agenda neoliberal dalam omnibus law menunjukkan bahwa gerakan rakyat sejatinya sedang dalam masalah yang sangat besar.

Senada dengan Ilhamsyah, Ketua Umum Federasi SERBUK Indonesia, dalam pesan pembukaan acara mengajak semua unsur dalam KPBI untuk bersatu dan membangun kembali gerakan. “Kuncinya hanya satu, kembali ke basis untuk mempersiapkan nafas perjuangan yang lebih panjang,” ujar Subono.

Refleksi akhir tahun KPBI, selain dimanfaatkan untuk menapaktilasi perjalanan selama 2020, juga menjadi momentum untuk melakukan launching sikap politik KPBI. Malui riset yang dilakukan sepanjang 2019-2020, KPBI menemukan fakta-fakta menarik terkait perspektif politik buruh anggota KPBI. Menurut KPBI, peluang untuk mendorong lahirnya wadah perjuangan politik sebenarnya sangat besar karena saat ini, terjadi apatisme masyarakat terhadap partai politik.

Mengutip hasil riset beberapa lembaga survey, KPBI menyebutkan bahwa 51,3% masyarakat tidak percaya partai politik, partisipasi pemilu turun drastis. Selain itu, tingkat kecintaan anggota partai terhadap partaianya atau yang lazim disebut Party ID di Indonesia hanya 11,7 %, lebih rendah bila dibanding Belgia, Australia, Israel, Selandia Baru, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Korea Selatan. Penyebabnya, menurut KPBI karena partai-partai yang sekarang berkuasa mempertontonkan profil sebagai partai korup, tidak peduli kepada rakyat, pengurus partai terjerat skandal moral. Lebih buruk lagi, saat ini partai hanya fokus pada kekuasaan dan hanya menghasilkan undang-undang yang sangat buruk kualitasnya.

“Kita harus menata ulang kekuatan kita. Mau tidak mau, kita harus kembali ke basis, membangun kembali pondasi serikat kita,” tegas Ilhamsyah.

hal senada juga di sampaikan Zainal Abidin ( sapa akrab Salman ) ketua umum FBTPI mengatakan “tahun depan jadikan lebih baik dari tahun sebelumnya,kedepan tantangan lebih besar dengan di undangkan omnibuslaw,Persoalan Omnibus Law tidak boleh disempitkan semata-mata di kluster ketenagakerjaan. Kelas buruh harus melihat masalah ini dalam prespektif yang lebih luas. Ombinus Law adalah paket regulasi yang menghantam lapisan rakyat secara luas dan berharap teruslah membangun persatuan dilintas sektor ”tegasnya .

Mungkin Anda Menyukai