Vendor Ilegal Memeras Keringat Buruh

Surabaya —  Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina masih terus melakukan perjuangannya untuk menuntut hak mereka yang dirampas. Pagi tadi pukul 08.00 puluhan AMT mendatangi kantor Dinas ketenagakerjaan (Disnaker) kota surabaya dan provinsi jawa timur untuk mendapat kepastian terkait izin operasional vendor PT. Prima Perdana Mandiri (PPM) dan PT. Cahaya Andika Tamara (CAT).

Hal ini dilakukan menyusul hasil pertemuan sebelumnya yang melibatkan AMT Depot Surabaya, AMT Depot Banyuangi, Federasi Buruh Transporasi dan Pelabuhan Indonesia (FBTPI) dengan pihak Disnaker yang masih mempersulit penjalanan nota pemeriksaan.

Setelah menunggu lama di kantor Dinas Ketenagakerjaan kota surabaya, akhrnya diperoleh hasil bahwa vendor yang selama ini beroperasi ternyata tidak pernah dicatatkan di Disnaker kota surabaya. hal ini pun sejalan dengan keterangan salah satu AMT yang ditemui setelah pertemuan dengan Disnaker kota surabaya.

“selama ini PPM dan CAT beroperasi secara ilegal dan tidak pernah dicatatkan di Disnaker kota Surabaya” kata edy salah satu AMT.

Edy pun menambahkan hal itu didasarkan pada surat legalitas kotrak perjanjian kerja yang didapatkan dari Disnaker kota surabaya, selain itu kontrak pengalihan sebagian kerja juga tidak didaftarkan.

Setelah mendapatkan hasil dari Dinas Ketenagakerjaan kota surabaya, pada pukul 09.00 WIB AMT mendatangi Disnaker Provinsi untuk meminta surat pengajuan resmi tentang perizinan usaha ke Disnaker provinsi dari hasil mendatangi Disnaker kota surabaya, namun untuk hasilnya masih menunggu 2 hari kedepan untuk proses penindaklanjutan.

Seperti yang diketahui bersama bahawasannya aktivitas yang dilakukan oleh Awak Mobil Tangki ini merupakan tindaklanjut dari hasil perundingan yang dilakukan di kementerian ketenagakerjaan oleh Pihak Kementerian ketenagakerjaan, Suku dinas ketenagakerjaan (Sudinaker) jakarta utara, Pengadilan Penyelesaian Hubungan Industrial (PPHI), dan perwakilan AMT yang didampingi oleh Tim advokasi dari Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI) yang menghasilkan kesepakatan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan akan menindaklanjuti nota pemeriksaaan khusus kedua di Sudinaker Jakarta Utara, dan dalam waktu dekat kementerian ketenagakerjaan akan mengeluarkan surat rekomendasi kepada semua disnaker kota/kab di 10 depot, rekomendasi itu berisi pencabutan izin operasional semua vendor PT. Pertamina Patra Niaga selama kasus ini dalam proses pemeriksaan Kementerian Ketenagakerjaan.

Setelah mendatangi Disnaker kota dan provinsi, AMT Depot surabaya menyerahkan surat pemberitahuan bahwa pemogokan telah selesai kepada Kapolres, KP3, PPM, PPN, Disnaker kota dan provinsi. Hal ini merupakan keputusan dari DPP FBTPI bahwasannya Mogok Kerja Nasional akan berakhir pada tanggal 27 juli 2017.

Bagikan :

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest