GERAKAN BURUH JAKARTA MENGGUGAT

ADA BAHAYA BESAR DI DEPAN MATA!!

ADA APA….???  

Dalam beberapa bulan terakhir wacana Revisi UU No.13 Th 2003 tentang Ketenagakerjaan (UUK) terus bergulir dan menimbulkan keresahan bagi kaum buruh Indonesia. Wacana revisi UUK yang dicetuskan oleh kalangan pengusaha (APINDO – KADIN) dan diamini oleh pihak Pemerintah (PresidenKemnaker) dengan berbekal propaganda mengenai investasi yang enggan masuk, pertumbuhan ekonomi yang terancam, hingga sudah compang- campingnya UUK karena seringkali diuji di Mahkamah Konstitusi menjadi wacana andalan bagi Pengusaha dan Pemerintah untuk mengelabui publik bahwa UUK harus direvisi agar menjadi lebih ramah bagi investasi.

Pada kenyataannya, berdasarkan data BKPM realisasi investasi sepanjang kuartal I tahun 2019 adalah sebesar Rp195,1 triliun. Angka ini bertumbuh 5,3 persen dibanding capaiantahunsebelumnya Rp185,3 triliun. Walaupunsecara keseluruhan pertumbuhan ini melambat, namun hal itu lebih disebabkan oleh faktor eksternal yaitu situasi krisis ekonomi dunia dan faktor internal yaitu tahun politik yang panas (CNN Indonesia, 30/04/2019). Mengenai UUK yang “compang-camping”, “kanebo kering” atau “kekosongan hukum” sebagaimana dilontarkan oleh Menaker adalah berlebihan! UUK sendiri memiliki 193 pasal, sehingga mengatakan ada sebuah kekosongan hukum akibat 16 pasal mengalami perubahan tentu pernyataan yang berlebihan. Patut dicatat pula bahwa pasal-pasal dalam UUK yang dinyatakan tidak berlaku atau harus ditafsirkan kembali agar sesuai dengan Konstitusi memiliki arti bahwa pasal aslinya bertentangan dengan UUD 1945 yang merupakan hukum tertinggi di Indonesia.

Di sisi lain, sikap Pemerintah yang mendukung upaya revisi UUK versi pengusaha ini semakin menunjukkan watak asli dari rejim Jokowi-JK yang berpihak pada kaum modal. Sejak awal pemerintahan nya ,presiden Jokowi terus menerapkan kebijakan ekonomi yang menghamba pada pengusaha dan investasi. Berjilid-jilid paket kebijakan ekonomi yang diluncurkan oleh Pemerintah jelas menunjukkan keberpihakan kepada kaum modal, bukan kepada mayoritas rakyat Indonesia. Dari berbagai informasi yang berkembang, usulan revisi UUK yang diajukan oleh Pengusaha dan Pemerintah berpokok pada :

  1. Penciptaan sistem kerja yang lebih fleksibel (perluasan sistem kontrak, outsourcing dan pemagangan )
  2. Penghapusan/pengurangan pesangon
  3. Tentang pengupahan,
  4. Fleksibilitas jam kerja,
  5. Serikat pekerja dan hak mogok
  6. Tenaga kerja asing.

Keseluruhan usulan revisi versi pengusaha ini sesungguhnya tak lebih dari upaya untuk mengeruk keuntungan sebesar- besarnya diatas penderitaan kaum buruh dan rakyat Indonesia.

Sebagai kaum buruh dan rakyat tertindas, kita sudah dapat membayangkan apa yang akan terjadi apabila usulan revisi UUK versi pengusaha ini disahkan oleh Negara. Kebijakan upah murah yang semakin langgeng, ketiadaan kepastian kerja, hingga hilangnya hak-hak demokrasi kaum buruh akan menjadi kenyataan hidup yang akan kita alami. Keseluruhannya akan menjadikan kesengsaraan bagi kaum buruh dan rakyat Indonesia. Tidak ada kata lain bagi kita selain: MENOLAK usulan revisi UUK  versi  pengusaha!

Pengalaman perjuangan kaum buruh dan rakyat Indonesia memberikan kita pelajaran bahwa penyatuan kekuatan  kaum buruh, kaum tani, nelayan, mahasiswa  dan elemen rakyat  tertindas  lainnya adalah  jalan bagi kita untuk melakukan perlawanan terhadap kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat dan memenangkan pertarungan tersebut.Oleh karena itu,kaum buruh dan rakyat tertindas dimanapun berada, marilah kita bersama-sama menyampaikan aspirasi perlawanan kita untuk MENOLAK REVISI  UU KETENAGAKERJAAN versi Pengusaha  dan Pemerintah.

GERAKAN BURUH JAKARTA 2019

FBK – AJB – KSPI – KPBI – FBLP – FBTPI – FPBI – KASBI – SGBN – FPPI – FSPMI – ASPEK INDONESIA – SP LEM SPSI DKI – GSBI – FSP RTMM SPSI (PUK Bogasari, PUK FFI Pasar Rebo dan Ciracas, PUK Indofood Cbp Sukses Makmur Ancol dan Cakung) – SPN – SBSI 92 – FSUI – PPI (Pergerakan Pelaut Indonesia) – GSBM – SPTJ – SP LEM (PUK AHM) – GARTEKS KAHO

GERAKAN BURUH JAKARATA adalah Aliansi berbagai Serikat Buruh di Jakarta yang bertujuan memperjuangkan hak – hak kaum buruh.

 

Mungkin Anda Menyukai