Setelah Didemo, Kemenaker akan Panggil Pertamina

Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan berjanji akan memanggil langsung petinggi Pertamina Patra Niaga dan Elnusa Petrofin, Kamis besok. Panggilan itu pasca ribuan awak mobil tangki berunjuk rasa Selasa kemarin.

Aksi sekitar seribu AMT itu dimulai pukul 10.00 pagi. Semula, massa akan terus bertahan atau menginap hingga tuntutan dipenuhi. “Kami tidak akan pulang sebelum tuntutan kami terpenuhi, kami tidak akan pulang sebelum kami menang,” ujar Ketua AMT Plumpang Nuratmo.

Sebelum massa bersedia meninggalkan kantor Kemenaker, terjadi perundingan antara tim negosiator dengan staf kementerian dan kepolisian. Dalam negosiasi tersebut, staf Kementerian Ketenagakerjaan menjamin akan ada perundingan dengan petinggi PT. Pertamina Patra Niaga dan PT. Elnusa Petrofin yang akan dilakukan hari kamis jam 09.00. “Kemenaker menjamin orang-orang yang hadir adalah pejabat yang bisa mengambil keputusan,” kata Ketua Umum Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI) Ilhamsyah.

Seperti yang diketahui bersama bahwa perundingan pernah dilakukan sebelumnya. Namun PT. Pertamina Patra Niaga dan PT. Elnusa Petrofin justru mengirimkan wakil yang tidak bisa mengambil keputusan dalam perundingan.

Berdasarkan hasil itu, para buruh AMT akan mengawal perundingan hingga selesai. Apabila perundingan buntu, maka ribuan AMT akan menduduki kantor Kemenaker sampai tuntutan dipenuhi.

Pukul 22.45, massa aksi membersihkan lokasi aksi dan membubarkan diri kembali menuju Depot Plumpang. Mereka melanjutkan mogok kerja dan beristirahat.

Buruh AMT mulai mogok kerja pada 19 Juni 2017, saat berlangsung arus mudik dan balik karena PHK liar yang dilakukan manajemen pada awal bulan puasa. Selain itu, buruh juga mendesak penghapusan sistem outsourcing/kontrak, pembayaran BPJS, dan penerapan upah lembur.

(Tim)

Bagikan :

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest