Istri AMT Pertamina: Jokowi Jangan Abaikan Nasib Kami

Jakarta – Sekitar seratus perempuan hari ini, 16 November 2017, melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara Jakarta. Para pengunjuk rasa yang rata-rata terdiri dari ibu-ibu ini datang dengan membawa alat-alat masak. Ada yang membawa wajan, panci, bakul, ember dan lain-lain.

Para pengunjuk rasa ini adalah para istri dari Zombi Awak Mobil Tangki Pertamina korban ketidakadilan perusahaan plat merah tersebut. “Kami para istri AMT Pertamina, tidak terima terhadap PHK sepihak melalui pesan singkat(SMS) kepada para suami kami”. Akibatnya, ekonomi rumah tangga kami semakin kesulitan dan anak-anak kami tidak bisa sekolah”.  Demikian ucap salah seorang pengunjuk rasa tersebut dalam orasinya.

Seperti kita ketahui bersama, bahwa Pertamina Patra Niaga dan Elnusa Petrofin sebagai anak perusahaan dari PT. Pertamina pada awal bulan puasa kemarin telah melakukan PHK sepihak melalui pesan singkat (SMS) kepada sekitar 1095 Awak Mobil Tangki mereka. Ini adalah tindakan balasan dari perusahaan tersebut karena para buruh menuntut dibayarkanya rapelan upah lembur, diangkat menjadi karyawan tetap sesuai dengan nota yang sudah dikeluarkan oleh dinas tenaga kerja.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Utara bahwa telah ditetapkan dalam nota, anak perusahaan Pertamina tersebut selama bertahun-tahun tidak membayar upah lembur para AMT, melakukan pelanggaran syarat-syarat kerja kontrak (PKWT) dan outsourching serta pelanggaran lainnya. Dalam nota tersebut pengawas memerintahkan kepada PT. Pertamina Patra Niaga untuk membayarkan rapelan upah lembur para pekerja dan juga mengangkatnya menjadi karyawan tetap. Namun sampai hari ini justru perusahaan milik BUMN ini menolak untuk memenuhi isi nota pemeriksaan dan penetapan dari Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Utara itu. Alhasil, sejak minggu ini pihak penyidik dari Polda Metro Jaya dan PPNS telah mulai melakukan BAP atas kasus pidana ketenagakerjaan itu.

Dalam aksi yang berlangsung damai dan unik ini, para pengunjuk rasa meminta kepada presiden Jokowi selaku kepala negara untuk segera mengambil langkah menyelesaikan persoalan ini. Dari sekitar 1095 AMT yang diperlakukan sewenang-wenang oleh PT. Pertamina tersebut, setidaknya telah mengakibatkan 3 ribu orang keluarga AMT Pertamina menjadi semakin terpuruk. Mulai dari keluarga mereka yang berantakan akibat ketiadaan ekonomi, anak-anak mereka putus sekolah dan juga hutang dimana-mana.

“Kami tagih kepada bapak Jokowi selaku kepala negara untuk hadir menyelesaikan persoalan ini. Kami rakyat Indonesia, Jokowi jangan mengabaikan nasib rakyat”. “Ribuan keluarga ikut menjadi korban”.

Dalam aksi ini, para ibu-ibu juga mengusung poster dan spanduk tuntutan mereka. Sambil menggunakan pengeras suara mereka terus menyuarakan tuntutannya. Aksi yang dimulai pukul 12.00 wib ini tidak tampak mengganggu arus lalu lintas. (AI)

Mungkin Anda Menyukai