Hak Normatif Tak Dipenuhi, Buruh Rose Brand Gelar Aksi

Surabaya – Jum`at, 16 Maret 2018, merupakan hari ke empat, bagi ratusan buruh anggota FSRP-KSN PT. SUNGAI BUDI Surabaya melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang perusahaan. Para buruh yang berprofesi sebagai supir dan kernet ini memilih menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes atas tuntutan mereka kepada perusahaan.

Menurut  Didik, ketua SBA FSRP-KSN, “ada banyak hak-hak buruh yang dilanggar oleh perusahaan distributor tepung rose brand ini, diantaranya adalah upah dibawah UMK, upah lembur tidak dibayar, sebagian buruh tidak didaftarkan sebagai peserta BPJS dan termasuk pembayaran THR yang tidak sesuai ketentuan. Dan juga buruh menuntut agar semua diangkat untuk menjadi karyawan tetap di perusahaan itu.”

Upaya perundingan sudah dilakukan, tapi perusahaan masih belum mau memenuhi tuntutan para buruh. Ini yang membuat para buruh ini tetap bertekad melanjutkan aksinya. Dan bahkan mereka sudah melayangkan surat pemberitahuan pemogokan yang rencananya akan dimulai Kamis pekan depan.

Supri, ketua wilayah Konfederasi Serikat Nasional Jawa Timur menyatakan ” jika perusahaan tetap tidak mau patuh hukum dan perundingan yang dilakukan tetap menemui kebuntuan, maka kita pastikan Kamis depan kita melakukan pemogokan dan menginap di depan gerbang perusahaan”.

Di dalam pintu gerbang, tampak aparat kepolisian berjaga-jaga mengamankan aksi unjuk rasa. Saat ini para buruh masih menantikan itikad baik dari manajemen untuk mau berunding dan memenuhi tuntutan mereka. Sambil duduk-duduk dan berdiskusi membahas strategi taktik perjuangan mereka.

Unjuk rasa yang berlangsung di depan perusahaan di Jl. Margomulyo 49 Surabaya ini tidak tampak mengganggu arus lalu lintas karena dilakukan dengan tertib dan disiplin. Sehingga tidak tampak ada polisi yang diterjunkan mengatur arus lalu lintas di kawasan pergudangan ini.

Para anggota KSN ini menggelar aksi dari pagi hingga sore setiap harinya sejak selasa 13/3/2018. Dan tampak selama unjuk rasa, solidaritas terus datang dari sesama buruh yang berasal dari berbagai perusahaan dan juga organisasi. Termasuk beberapa perwakilan dari Aliansi Perjuangan Buruh Jawa Timur (APBJ).  Hal ini membuat para buruh yang berunjuk rasa menjadi semakin semangat. (AI)

Mungkin Anda Menyukai