FBTPI JATIM AKAN GERUDUK PERTAMINA

Surabaya – Berlarut-larutnya kasus ketenagakerjaan yang terjadi di anak usaha PT. Pertamina (Persero) yakni PT. Pertamina Patra Niaga dan PT. Elnusa membuat para Awak Mobil Tangki di wilayah Jawa Timur geram. Dibawah kepemimpinan Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia, para Awak Mobil Tangki ini berencana akan melakukan aksi massa ke kantor PT. Pertamina (Persero) region V di jl. Jagir Surabaya pada hari senin 18 September 2017.

Pihak PT. Pertamina (Persero) dituntut untuk bertanggung jawab atas ditelantarkanya nasib ribuan orang buruh yang selama ini mendistribusikan BBM dan LPG ke setiap SPBU. Hal ini dikarekan bahwa setelah keluar nota pemeriksaan khusus dan juga nota penetapan dari pihak pengawas ketenagakerjaan, yang menyatakan beralihnya hubungan kerja dari para vendor yang selama ini dipakai oleh PT. Pertamina Patra Niaga kepada perusahaan pemberi kerja yakni PT. Pertamina Patra Niaga dan juga kewajiban membayar rapelan upah lembur yang selama bertahun-tahun tidak pernah dibayarkan. Namun sampai saat ini anak usaha PT. Pertamina (Persero) tersebut tetap tidak mau mematuhi nota tersebut. Bahkan justru melarang para buruh tersebut bekerja. Akibatnya ribuah buruh yang telah berjasa besar dalam menjamin tersedianya pasokan BBM untuk masyarakat tersebut terlantar dan kehidupan keluarganya yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya.

“Di Negara Indonesia yang katanya negara hukum ini, tidak boleh ada satupun perusahaan yang kebal hukum. Semua harus mendapat perlakuan yang sama dimata hukum. Semua harus mematuhi Undang-Undang dan peraturan yang ada. Siapapun yang melanggar harus mendapat sanksi. Vendor yang selama ini beroperasi ternyata tidak memiliki ijin operasional. Sehingga tanggung jawab Disnakertrans provinsi harus segera membekukannya. Ini sesuai dengan permenakertrans 19 tahun 2012”. Demikian penjelasan Afik Irwanto dari departemen Advokasi DPP FBTPI. Dia juga menambahkan bahwa pihak PT. Pertamina harus segera mengambil tindakan tegas.”Jangan sampai perushaan BUMN yang merupakan milik negara (baca: rakyat. red) justru melanggengkan penindasan kepada rakyat seperti layaknya penjajah. Pihak pertamina juga harus memberi penjelasan secara jelas kepada publik terkait dengan pekerjaan yang diserahkan kepada anak usahanya tersebut yang kemudian diserahkan lagi kepada para perusahaan vendor itu”.

Pada hari senin nanti, setelah aksi di kantor PT. Pertamina, para AMT akan melanjutkan aksinya di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur. Mereka menuntut agar vendor segera dihentikan operasinya sebagai bentuk pelaksanaan permenakertrans 19/2012. “Kepala dinas tenaga kerja tidak boleh membela perusahaan yang melanggar hukum. Sebagai kepala dinas, harus memberi contoh penegakan hukum di Jawa Timur agar rakyat dan buruh percaya bahwa masih ada harapan penegakan hukum di Indonesia ini”, imbuhnya.

Aksi ini rencananya diikuti oleh kurang lebih 150 orang Awak Mobil Tangki dari Surabaya dan Banyuwangi. Mereka akan datang dengan menggunakan mobil dan sepeda motor. Dan kepada para pengguna jalan, para Awak Mobil Tangki ini menyampaikan permohonan maaf jika sedikit terganggu perjalanannya nantinya.

 

Mungkin Anda Menyukai