Buruh PT. DKI kepung Sudinaker Jakarta Utara, Tuntut Kartap dan Upah Lembur

Jakarta – Hari ini 17 November 2017, adalah hari ke sembilan para buruh di PT. Dua Kuda Indonesia (PT. DKI) melakukan mogok kerja. Buruh perusahaan modal asing yang memproduksi bahan kimia dasar ini sudah melakukan pemogokan sejak tanggal 9 November 2017. Tidak kurang dari 350 buruh dari total 550 buruh PT. DKI terlibat dalam pemogokan ini.

Para buruh yang tergabung dalam Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI) ini merasa di tipu karena perusahaan mengingkari surat pernyataan yang telah dibuat pada tanggal 31 Maret 2017 yang lalu. Surat pernyatan berisi kesanggupan memenuhi tuntutan para buruh tersebut disimpan di kantor Suku Dinas Tenaga Kerja (Sudinaker) Jakarta Utara. Dalam surat pernyataan itu, pihak perusahaan berjanji dan menyanggupi tuntutan para buruh yang saat itu disaksikan oleh Kepala Sudinaker Jakarta Utara.

Namun setelah itu, pihak PT. DKI justru terus mengingkari surat pernyataan yang telah dibuatnya. Pihak buruh sudah berkali-kali melakukan upaya perundingan Bipartit dengan pihak Perusahaan, namun perusahaan tetap tidak mau menjalankan. Hal inilah yang kemudian memicu para buruh untuk melakukan pemogokan.

Setelah sembilan hari mogok kerja, pihak PT. DKI masih tetap keras kepala. Hari ini Kepala Sudinaker Jakarta Utara memanggil para pihak untuk dilakukan mediasi di kantor Sudinaker. Para buruh yang mogok kerja pun beramai-ramai datang ke kantor Sudinaker Jakarta Utara untuk mengikuti agenda tersebut. Ditengah menunggu perundingan didalam kantor Sudinaker, para buruh terus melakukan orasi sambil membentangkan berbagai poster tuntutan, diantaranya : jalankan struktur dan skala upah yang berkeadilan, bayarkan upah lembur kepada buruh yang telah melakukan kerja lembur, dan pekerjakan kembali para buruh kontrak yang sudah diputus kontrak serta angkat semua pekerja kontrak untuk menjadi karyawan tetap. 

Walaupun udara mendung, tapi suasana dihalaman Sudinaker Jakarta Utara terasa sangat panas oleh semangat tuntutan para buruh ini.

Disela-sela agenda ini, Zaenal Abidin, Ketua Pengurus Pusat Serikat Buruh Aneka Industri(SBAI) menyampaikan, bahwa Kepala Sudinaker Jakarta Utara harus bertanggung jawab untuk memastikan bahwa perusahaan asal Tiongkok PT. DKI patuh hukum dan memenuhi janjinya. “Kasudinaker Jakarta Utara harus tanggung jawab, masak pengusaha yang ingkar terhadap pernyataan tertulisnya dibiarkan?” Padahal dulu pernyataan itu dibuat dihadapan Kasudinaker Jakarta Utara dan mereka juga menyimpan surat itu”.

Salman, panggilan akrab Zaenal Abidin, juga mengingatkan agar Kasudinaker Jakarta Utara jangan sampai “masuk angin” dalam menangani kasus ini. “Ini perusahaan asing yang mencari hidup di Indonesia, jangan sampai Kasudinaker “bermain” dengan pengusaha asing untuk menjajah bangsanya sendiri”. (AI)

Mungkin Anda Menyukai