Plumpang

PLUMPANG

 

Kukirimkan setajuk puisi kepada kalian
laki-laki terpilih oleh jaman
berbaris di tepian Plumpang
Pada jemari kalian
dirajutlah benang-benang keadilan
Pada awan mengapung
seluruh kata berlawan
Pada hati lirih cinta manusia diabadikan

Kubacakan lirik-lirik puisi nasib kalian
Seperti bila hari datang
dan Tuan Modal memerintahkan
Kalian pergi ke jalan
roda pun berputar
Kenyangnya laba ditelan
Peluh pekerja dilempar ke selokan
Anak isteri diikat masa depan kelam

 

Kuberikan puisi apa yang pantas bagi kalian
Bulan November dibuka hujan
Kalian mengusung obor perlawanan
Siapa yang menista kaum mu adalah musuh
Siapa yang menghisap buruh ialah musuh
Lawanlah!
Bermartabatlah!
Lalu lihat siapa sanggup menghentikan?!

 

Kuhaturkan puisi dimana
tiap hurufnya ialah nyali kalian
Tenda pemogokan mendermakan 1001 keyakinan
Kejar terus hingga menang!
Jangan ragu dipinang
Jangan letih dimanjakan
Plumpang jadi saksi jaman
Kebenaran bersama kalian!

 

 

[1 November 2016, Embun Pagi]

**

Mungkin Anda Menyukai