Kenikmatan Gelas Kopi dan Gelak Tawa di Tengah Pelatihan Media FBTPI

 

 Sekretaris Nasional Media Perdjoeangan Mohamad Herfin menjadi fasilitator pendidikan media FBTPI 

FBTPI, Jakarta – Buruh dinilai semakin perlu untuk mengelola media sendiri. Oleh sebab itu, Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI-KPBI) menggelar pendidikan media yang diselenggarakan dalam suasana yang akrab dan gembira.

Pendidikan yang bertempat di sekretariat Dewan Pimpinan Pusat FBTPI, Jl.Lorong 20 Koja, Jakarta Utara itu menghadirkan peserta dari basis FBTPI dan pengisi materi dari Tim Media Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) dan Media Perdjoeangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Mohammad Herfin, sekretaris nasional Media Perdjoeangan, menceritakan ia banyak mengalami kontributor buruh mengirimkan informasi tidak lengkap di awal-awal membangun media. “Kalau ngirim beritanya setengah-setengah, nyusahin admin, masuk surganya belakangan,” seloroh Mohammad Herfin yang disambut tawa para peserta.

Herfin menceritakan, sebuah laporan perlu memuat setidaknya 5w plus 1H yang jelas agar layak disiarkan. 5W itu adalah what (apa), where (di mana), when (kapan), why (kenapa), who (siapa), serta 1H adalah how. “Kalau misalnya, jumlahnya berapa? banyak bro. astagfirullah. kan beda 1000 sama 100,” ceritanya soal perlunya memberikan informasi yang akurat agar memudahkan editor. 

Sebelum pelajaran menulis, peserta menggelar diskusi tentang perlunya kampanye secara sistematis. “Kampanye merupakan tindakan komunikasi yang terencana dan memiliki tujuan serta dilakukan dalam kurun waktu terbatas,” tutur Ian Ahong dari Tim Media KPBI. Untuk itu, tindakan komunikasi perlu mengenali sasaran komunikasi dan karakternya untuk menyesuaikan isi yang akan disebarkan. Menurutnya, kampanye bisa bertujuan untuk memperluas organisasi, memperkuat kesatuan anggota, dan melakukan advokasi.FBTPI menggelar pendidikan media ini agar melatih para buruh yang duduk di kepungurusan di komisariat bisa menulis berita dan menfaatkan media digital seperti whatsap,facebook dll untuk menyebarkan informasi secara akurat dan tepat. Pentingnya sarana tersebut mempermudah untuk menyebarluaskan persoalan perselisihan yang dialami buruh di perusahaan.

Abdul Rosid Ketua Umum FBTPI,berharap para anggota yang mengikuti pelatihan media ini agar memanfaatkan media online/ digital dalam penyampaian berita-berita perjuangan buruh.Berbagai peserta yang hadir di antaranya dari komisariat PT Karet Mas, PT Orson, dan Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat. Sambil menyeruput kopi di gelas plastik para peserta semangat membagikan pengalaman-pengalamannya.

Muhamad Hasan Suleman peserta pelatihan dari Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat (STKBM) merupakan salah satu peserta yang tampak antusias dengan pelatian ini. “Pelatihan media ini sangat penting bangat bagi saya, sebelumnya tidak tahu banyak hal teknik menulis di media online dan baru pertama kali saya mengikuti pelatihan ini,’ ungkapnya di tengah-tengah pelatihan pada Minggu, 15 September 2019. Ia bahkan berbagi penggunaan aplikasi Times yang bisa mengambil gambar dengan menyertakan lokasi dan waktu secara akurat di foto. Dengan begitu, gambar dapat dipertanggungjawabkan keakuratannya. Red Mar

 

Mungkin Anda Menyukai