FBTPI Kembali Selenggarakan Pendidikan Dasar Organisasi Untuk Buruh

Jakarta, 9 Sept 2019. Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI) tak pernah lelah untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas para anggotanya. Salah satu upaya federasi ini adalah dengan terus menggalakkan agenda pendidikan yang melibatkan para anggotanya dari berbagai sektor industri basisnya.

Pada tanggal 7-8 September 2019 kemarin, bertempat di Jakarta, FBTPI menyelenggarakan pendidikan dasar untuk memberikan tambahan ilmu kepada para anggotanya. Pendidikan yang berlangsung selama dua hari ini diisi dengan beberapa materi dasar keorganisasian. Diantaranya materi tentang pengantar metode berpikir, pengantar ekonomi politik, sejarah gerakan buruh Indonesia dan materi organisasi. Beberapa materi ini dinilai penting sebagai fondasi bari para buruh anggota FBTPI untuk dipakai sebagai dasar dalam memahami persoalan-persoalan baik yang dihadapi ditempat kerja maupun persoalan-persoalan lain secara umum. Pengantar ekonomi politik akan memberikan gambaran awal kepada para peserta pendidikan untuk mengenal tentang tahap-tahap perkembangan dan perubahan masyarakat, tentang mode produksi, tenaga produksi, tentang hubungan produksi dan perubahan nilai modal. Hal ini perlu dipelajari dengan harapan para peserta pendidikan dapat memiliki bekal untuk memahami tentang proses produksi dan hubungan produksi yang selama ini terjadi ditempat mereka bekerja. Dengan materi ini juga buruh dibawa untuk mengenali ciri dan prinsip umum tahap perkembangan masyarakat dari jaman perbudakan hingga jaman kapitalisme dan sosialisme.

Untuk membuat para buruh ini lebih matang dalam melakukan analisa, maka materi sejarah menjadi penting untuk diajarkan. Agar buruh dalam melihat persoalanya tidak menjadi ahistoris, maka materi sejarah gerakan buruh di Indonesia juga dipelajari. Dengan harapan mereka tahu bagaimana perjuangan para pendahulunya di Indonesia dalam berjuang mulai dari jaman penjajahan, era perjuangan melawan kolinialisme hingga kondisi kaum buruh dibawah kediktatoran rezim Soeharto dan paska reformasi.

FBTPI menempatkan pendidikan organisasi ini dalam salah satu prinsip pembangungan gerakan buruh yang tidak boleh ditinggalkan ditengah kesibukan organisasi dalam melakukan kerja-kerja pendampingan dan advokasi berbagai kasus ketenagakerjaan yang muncul. Karena sebuah serikat buruh tak akan dapat berkembang dengan dinamis jika hanya terjebak pada kerja-kerja advokasi semata. Oleh karenanya, FBTPI juga menilai pentingnya mengenalkan kepada para anggotanya tentang ilmu menajemen organisasi dan prinsip-prinsip dasar berorganisasi. Bahkan, pembelajaran berdemokrasi wajib diajarkan kepada para anggota sejak dini. Ini gunanya materi pengantar organisasi dalam pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh FBTPI.

Dalam pendidikan yang dikemas dengan forum seminar dan diskusi ini, para peserta juga diajak untuk saling mengenal antar sesame peserta. Hal ini penting untuk menanamkan nilai bahwa mereka adalah sebuah keluarga besar yang akan terus berjuang bersama-sama dalam mencapai peningkatan kesejahteraan.

Menurut ketua umum FBTPI, Abdul Rosid, pendidikan ini sangat penting untuk buruh agar dapat mengenali dirinya sebagai buruh, memahami akar masalah perburuhan dan bagaimana menjalankan organisasinya. Konsistensi menjalankan program pendidikan dalam organisasi juga akan melahirkan kader-kader baru kedepannya yang akan menjadi regenerasi bagi organisasi gerakan buruh. Diharapkan akan lahir calon-calon pemimpin organisasi yang mumpuni sehingga masa depan organisasi dan gerakan buruh di Indonesia dan berkembang maju. Demikian Bang Ocid, sapaan akrab Abdul Rosid memberikan harapan terhadap para peserta pendidikan kali ini.

Lebih lanjut, para peserta pendidikan ini nanti yang akan diberi mandate untuk mensukseskan program pendidikan FBTPI pada gelombang berikutnya. Semboyan “ Belajar Bersama, Berjuang Bersama” terus ditanamkan agar antara teori dan praktek dapat berjalan seiring.

Mungkin Anda Menyukai