Ratusan Sopir PT Berlian Tuntut Hak Kesejahteraan

SURABAYA — Ratusan buruh transportasi yang tergabung dalam SBTPI-FBTPI PT. Berlian Anugerah Transportasi berunjuk rasa di depan kantor mereka, Jl Perak Timur 110 Surabaya, Senin 29 Mei 2017. Massa menuntut agar perusahaan memenuhi hak-hak normatif buruh seperti yang telah diatur UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Para sopir berunjuk rasa sejak pukul 10.30 WIB dengan membentangkan berbagai poster, orasi dan aksi teatrikal. Dalam orasinya, Ketua Pengurus Komisariat SBTPI-FBTPI PT. Berlian Anugerah Transportasi, Eko Kusdianto, mengatakan, sopir kerap tidak menerima kesejahteraan karena hanya dianggap sebagai mitra kerja. Padahal Sesuai dengan UU Ketenagakerjaan pasal 1 ayat 15, sopir merupakan buruh/pekerja di suatu perusahaan yang memenuhi syarat adanya upah, kerja, dan perintah.

Sebagai buruh, kata Eko, maka sopir berhak mendapatkan hak-hak normatifnya yaitu upah sesuai UMK, upah lembur, berhak didaftarkan sebagai peserta BPJS, dan THR sesuai dengan permenaker No. 06 tahun 2016 tentang tunjangan hari raya. “Tapi sopir PT Berlian Anugerah Transportasi yang rata-rata bekerja lima tahun tidak mendapatkan hak-hak tersebut,” kata Eko dalam orasinya.

Padahal menurut Eko, resiko kerja yang ditanggung para sopir cukup tinggi. Resiko yang diterima sopir ini tak sebanding dengan kesejahteraan yang diberikan PT. Berlian Anugerah Transportasi “Tidak ada itikad baik sama sekali dari pihak perusahaan untuk taat hukum,” katanya.

Para sopir beberapa kali telah melakukan upaya perundingan dengan pihak perusahaan (bipartit). Namun perusahaan tetap kukuh tidak mau memberikan hak-hak normatif para sopir tersebut.

Sebaliknya, itikad baik dari sopir untuk melakukan perundingan justru dibalas oleh perusahaan dengan tidak memberikan order kepada beberapa sopir. Tidak hanya itu, para sopir juga mengalami intimidasi langsung maupun tidak langsung. Pihak perusahaan dalam setiap aktivitasnya selalu menggunakan aparat negara di garasi maupun di kantor .

Dalam aksi ini, para sopir mengajukan delapan tuntutan yakni mendesak PT Berlian Anugerah Transportasi agar mempekerjakan kembali semua sopir, meminta kenaikan upah borongan, dan membayarkan upah sesuai UMK.

Selain itu, massa mendesak agar perusahaan membayarkan upah lembur, mendaftarkan ssopir ebagai peserta BPJS, menghapus pungutan terhadap sopir, memberikan THR sesuai peraturan dan terakhir mendesak penghentian segala bentuk intimidasi.

AFIK IRWANTO

Bagikan :

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest