Polisi Banyuwangi Larang AMT Buat Posko di Dekat Pertamina

BANYUWANGI — Awak mobil tangki (AMT) Banyuwangi yang mogok hari ini, dilarang mendirikan posko dan tenda di depan kantor Pertamina setempat oleh aparat keamanan.

Awalnya sebanyak 156 AMT Pertamina Banyuwangi mendirikan tenda dan posko di depan kantor Depot Pertamina Tanjungwangi, Jalan Gatot Subroto sejak Senin dini hari pukul 00.00 WIB. Tenda tersebut dipakai sebagai tempat berkumpul dan menginap AMT yang mogok hingga 26 Juni 2017.

Namun sekitar pukul 15.00, sejumlah polisi datang dan meminta mereka memindahkan tenda menjauhi kantor Pertamina. “Karena Pertamina itu obyek vital negara, demo ini harus menjauh dalam radius 500 meter,” kata kepolisian.

Adu mulut pun sempat terjadi antara massa dan anggota polisi. Menurut Kordinator lapangan, Busairi SR, mereka bukan untuk berunjuk rasa melainkan mogok kerja. “Mogok kerja itu dilindungi undang-undang,” kata dia, Senin.

Akhirnya, setelah adu mulut itu, massa memindahkan poskonya sekitar 500 meter, di depan Pelabuhan Tanjung Wangi dikawal anggota kepolisian. Di tempat yang baru, massa kembali mendirikan posko dan tetap melanjutkan aksi mogoknya.

Busairi mengatakan, aksi mogok mereka bagian dari mogok nasional di 11 daerah yang serentak mulai hari ini. Mogok tersebut untuk memprotes pemutusan hubungan kerja sepihak terhadap 414 AMT, sistem kerja kontrak dan jam kerja berlebihan. “Kami kerja lebih dari 12 jam,” kata dia.

Banyak AMT, kata Busairi, telah bekerja selama 10 tahun tapi tidak diangkat sebagai karyawan tetap. AMT juga tak mendapat upah lembur dan asuransi. Padahal AMT memiliki resiko kerja yang tinggi dengan membawa barang yang mudah meledak.

 

ZACKY

Bagikan :

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest