Pimpinan PT Berlian Mangkir dari Mediasi

SURABAYA — Pimpinan PT Berlian Anugerah Transportasi mangkir dalam mediasi yang digelar Dinas Tenaga Kerja Surabaya, Jumat 2 Juni 2017. Mediasi tersebut terkait pengabaian hak-hak normatif yang dialami buruh transportasi perusahaan tersebut.

PT Berlian hanya mengutus dua orang staff ke kantor Disnaker untuk menyampaikan surat. Surat berisi penjelasan bahwa pimpinan PT Berlian tak hadir karena ke luar negeri. Mediasi pun batal digelar. Sementara dari pihak buruh dihadiri oleh lengkap oleh Pengurus Komisariat SBTPI-FBTPI PT Berlian beserta tim advokasi.

Disnaker Surabaya menjadwalkan ulang mediasi pada Selasa pekan depan, 6 Juni 2017. Selain Disnaker Surabaya, mediasi ini juga akan dihadiri Bidang Pengawasan Disnaker Provinsi Jawa Timur.

Sebelumnya, sekitar 50 sopir PT Berlian menggelar unjuk rasa di depan kantornya, Jl Perak Timur 110 Surabaya, sejak Senin 29 Mei 2017. Mereka berunjuk rasa untuk menuntut hak-hak kesejahteraan sesuai UU Ketenagakerjaan, yang diabaikan oleh perusahaan. Massa memilih berunjuk rasa karena perusahaan enggan untuk berunding.

Para sopir sendiri mengajukan sejumlah tuntutan yakni agar perusahaan mempekerjakan kembali semua sopir, memberikan kenaikan upah borongan, membayarkan upah sesuai UMK, memberikan upah lembur, mendaftarkan sebagai peserta BPJS, dan memberikan THR sesuai peraturan.

“Sopir selama ini kerap tidak menerima kesejahteraan karena hanya dianggap sebagai mitra kerja,” kata Ketua Komisariat SBTPI-FBTPI PT Berlian, Eko Kusdianto. Padahal Sesuai dengan UU Ketenagakerjaan pasal 1 ayat 15, sopir merupakan buruh/pekerja di suatu perusahaan yang memenuhi syarat adanya upah, kerja, dan perintah.

AFIK IRWANTO

Bagikan :

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest