Perundingan Buntu, Sopir akan Lanjutkan Demo

SURABAYA — Perundingan antara sopir yang tergabung dalam SBTPI-FBTPI dengan PT Berlian Anugerah Transportasi, Senin 29 Mei 2017, tidak membuahkan hasil. Perusahaan tetap enggan memenuhi tuntutan buruh.

Perundingan tersebut berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB setelah ratusan sopir menggelar unjuk rasa sejak pukul 10.00 WIB. Dari pihak sopir diwakili Ketua Pengurus Komisariat SBTPI-FBTPI PT Berlian Anugerah Transportasi Eko Kusdianto dan Biro Advokasi DPW SBTPI-FBTPI Jawa Timur Sumardi Alvinas. Sedangkan dari pihak perusahaan diwakili Melky Tako dan Desi.

Selama 30 menit berunding, pihak perusahaan keberatan memenuhi seluruh tuntutan buruh. Bahkan menantang buruh untuk menempuh jalur hukum.

Buruh sendiri mengajukan sejumlah tuntutan yakni agar perusahaan mempekerjakan kembali semua sopir, memberikan kenaikan upah borongan, membayarkan upah sesuai UMK, memberikan upah lembur, mendaftarkan sebagai peserta BPJS, dan
memberikan THR sesuai peraturan.

Perusahaan hanya mengembalikan uang yang setiap harinya dipungut sejak buruh pertama kali bekerja. Menurut Eko Kusdianto, saat akan bekerja para sopir dipungut Rp 50 ribu oleh perusahaan sebagai uang jaminan. “Akan tetapi saat sopir mengalami kecelakaan, uang tersebut dianggap hilang,” kata Eko usai berunding.

Biro Advokasi DPW SBTPI-FBTPI Jawa Timur Sumardi Alvinas, menjelaskan, adanya pungutan tersebut bertentangan dengan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.

UU tersebut, kata Sumardi, mengatur bahwa setiap pengusaha wajib untuk mengasuransikan kendaraan, awak kendaraan dan pihak ketiga yang menjadi korban akibat kecelakaan di jalan. “Jadi tidak bisa klaim kecelakaan itu dibebankan kepada pekerja,” kata dia.

Para sopir rencananya akan melanjutkan aksi pada Selasa besok, hingga perusahaan mau memenuhi seluruh tuntutan buruh.

AFIK IRWANTO

Bagikan :

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest