PERNYATAAN SIKAP – “MENDUKUNG PENUH PERJUANGAN RAKYAT TUMPANG PITU DAN HENTIKAN PENAMBANGAN YANG MERUGIKAN RAKYAT”

PERNYATAAN SIKAP
“MENDUKUNG PENUH PERJUANGAN RAKYAT TUMPANG PITU DAN HENTIKAN PENAMBANGAN YANG MERUGIKAN RAKYAT”

Hari demi hari situasi tanah air kita semakin memperihatinkan. Indonesia menduduki peringkat ke-enam negara yang ketimpangan ekonominya terparah di dunia, dengan  memiliki 1 persen orang kaya yang menguasai 49 persen kekayaan nasional. Laporan yang dirilis infid dan oxfam indonesia mengatakan bahwa butuh 22 tahun bagi orang kaya indonesia untuk menghabiskan hartanya untuk foya-foya dengan menghamburkan 13 miliyar per hari. Ketimpangan ini sudah berjalan dari tahun ke tahun yang membuat rakyat seacara umum semakin miskin dan menderita.

Belum selesai polemik tentang persoalan freeport yang sudah merusak alam papua, kondisi kerja yang buruk, memiskinkan tanah air dan persoalan di pegunungan kendeng. Muncul persoalan yang memang sebetulnya sudah lama, yaitu penambangan di daerah banyuwangi tepatnya tumpang pitu. Banyuwangi merupakan kabupaten yang memiliki wilayah terluas di provinsi Jawa Timur, dan juga sekaligus terluas di pulau Jawa, yakni mencapai 5.782,50 km2. Luas wilayahnya itu meliputi: kawasan hutan yang mencapai 183.396,34 ha (31,72%), persawahan 66.152 ha (11,44%), perkebunan seluas 82.143,63 ha (14,21%), dan pemukiman sekitar 127.454,22 ha (22,04%). Sebagai kabupaten terluas dan terletak di pesisir, Banyuwangi memiliki garis pantai sepanjang 175, 8 km. Selain itu ia juga memiliki 10 pulau dan  juga terdapat taman nasional meru betiri.

Luasan wilayah dan hamparan pesisir di banyuwangi tersebut menyimpan banyak kekayaan hayati dan kekayaan mineral logam cukup banyak. Namun kenyataannya semua itu hanya sebagai santapan manis bagi para pemodal dan investasi demi kekayaan pribadi.  Kegiatan penambangan ini dimulai  tepatnya pada tahun 1995 saat PT. Hakman Metalindo mendapatkan ijin Kuasa Pertambangan dari ESDM di Banyuwangi dan Jember dengan luas kawasan eksplorasi mencapai 62.586 ha. Dari sinilah kekayaan alam banyuwangi mulai di kuasai oleh segelintir orang salah satunya adalah PT. Bumi Suksesi Indo (BSI). Amanat Kekayaan bumi, air dan lainnya yang seharusnya dinikmati oleh rakyat indonesia khususnya rakyat tumpang pitu banyuwangi hanya jadi dongeng masa kecil.

Penambangan emas yang dilakukan oleh PT.BSI ini juga sudah terjadi melalui proses yang cukup panjang untuk mendapatkan ijin.  Terjadi saat keluarnya Surat Keterangan Izin Peninjauan (SKIP) dan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum kepada PT IMC dan selanjutnya pada tahun 2007 terbit Kuasa Pertambangan Eksplorasi atas nama PT IMN yang selanjutnya pada tahun 2008 terbit Kuasa Pertambangan Eksploitasi.Tahun 2010, seiring dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, maka KP Eksploitasi PT IMN disesuaikan bentuknya menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi. Lalu pada 2012, IMN mengajukan pemindahan IUP ke PT Bumi Suksesindo (BSI) hingga saat ini.

Akibat hal itu membuat warga setempat merasakan dampak yang tidak baik, karena mengancam keberlangsungan hidup dan mata pencaharian sebagai nelayan maupun petani. bukit Tumpang Pitu adalah benteng bagi komunitas Nelayan yang tinggal di pesisir teluk Pancer. Pada musim-musim tertentu, saat angin Tenggara yang kencang bertiup, bukit Tumpang Pitu melindungi perkampungan ini dari ancaman bencana yang dibawa oleh tiupan angin kencang tersebut. Menurut warga, ketika bukit Tumpang Pitu belum digempur habis oleh pertambangan. Dari segi pertanian, akibat penguasaan lahan yang luas oleh PT.BSI dan PT lainnya membuat warga setempat salah satunya warga sumberagung beralih menjadi buruh migran luar negeri. Inilah skema penguasaan (monopoli) tanah oleh tuan tanah besar dan pemodal yang dijalnkan melalui MP3I, RPJM, maupun RPJP pemerintah. Dampak penambangan tersebut juga memunculkan banjir lumpur yang merusak kawasan pantai merah sebagai kunjungan wisatawan dan mengurangi penghasilan pedagang maupun nelayan setempat. Hal itu tidak sepadan dengan share profit sebesar 10 persen yang didapat oleh pemerintah daerah.

Dampak penambangan ini juga tidak Cuma itu saja. Seperti yang kita ketahui bahwa setiap penambangan itu menghasilkan limba yang cukup banyak dan berbahaya. Kita berkaca kepada tambang emas freeport di papua, ada sekitar 3,2 miliar ton limbah yang bakal dihasilkan tambang tersebut selama beroperasi. Sejumlah agency, konsultan perusahan asuransi yang dipakai Freeport, massive die-off” pada vegetasi disepanjang sungai. Sampel-sampel juga menunjukkan, air sungai mengandung racun yang cukup untuk membunuh organisme sungai yang sensitif. Kemunculan tumbuhan berwarna hijau terang sepanjang beberapa kilometer di tepi sungai telah menunjukkan kandungan tembaga dari limbah telah mencemari sungai.

Apalagi sebelumnya gunung tumpang pitu merupakan kawasan hutan lindung,namun dengan cepat berganti kawasan menjadi hutan produksi. Hal ini membuktikan bahwa birokrasi setempat pro kepada pemodal bukan kepada rakyat. Penambangan tersebut juga sebenarnya sudah melanggar UU No.32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolahan lingkungan hidup, karena telah mengabaikan dampak lingkungan dan sosial masyarakat. Dari hal itulah,tepatnya tanggal 4 maret dan puncaknya pada tanggal 9-10 maret 2017 warga tumpang pitu melakukan perlawanan terhadap perusahaan penambang perusak alam dalam rencana penanaman kabel PLN yang ditujukan untuk keperluan penambangan. Warga setempat berusaha menghadang dan menghalau alat berat yang didatangkan untuk pengerukan penanaman kabel PLN menuju area penambangan.

Dari aksi tersebut terjadi represif dari pihak aparat karena kawasan gunung tumpang pitu dan sekitarnya menjadi kawasan obyek vital nasional. Sehingga hal ini menjadi alasan aparat untuk merepresif warga setempat yang berusaha melawan. Dari kabar lapangan 3 orang ibu harus dilarikan ke rumah sakit akibat pingsan.

Maka, dari situasi dan penjelasan diatas kami dari Dewan Pimpinan Wilayah SBTPI-FBTPI jawa timur merasa perlu untuk mengeluarkan sikap dalam solidaritas kami kepada rakyat tertindas lainnya. Karena sejatinya sebagian buruh yang pergi ke kota untuk mencari nafkah adalah merupakan anak kandung dari kaum tani maupun nelayan. Disisi lain, karena mereka adalah rakyat tertindas akibat penguasaan tanah dan keserakahan modal di tanah air indonesia, maka buruh yang juga menerima nasib sama akibat tindasan pengusaha mempunyai kewajiban untuk menggalang solidaritasnya demi cita-cita bersama yaitu terbebasnya rakyat dari belenggu penindasan. Maka dengan ini kami menyampaikan solidaritas dan pernyataan sikap sebagai berikut.

  1. Hentikan tindakan represif terhadap rakyat khususnya rakyat tumpang pitu banyuwangi yang ingin mempertahankan hidupnya di tanahnya sendiri.
  2. Hentikan penambangan di tumpang pitu khusunya dan banyuwangi umumnya yang merugikan rakyat dan merusak alam.
  3. Mendukung penuh perjuangan warga tumpang pitu yang menolak penambangan dan rakyat secara umum yang tertindas.
  4. Menuntut agar pemerintah dan perusahaan menyelesaikan persoalan ini secara adil dan memastikan terjaminnya lapangan pekerjaan bagi warga setempat.
  5. Menyerukan kepada warga tumpang pitu khususnya dan rakyat banyuwangi umumnya untuk bersatu dan memperkuat barisan dengan membentuk organisasi/serikat yang independent sebagai wadah berjuang dan belajar.
  6. Menyerukan kepada gerakan rakyat dan rakyat pada umumnya untuk menggalang solidaritas dan dukungan terhadap perjuangan rakyat tumpang pitu.

Demikian pernyataan sikap kami Dewan Pimpinan Wilayah SBTPI-FBTPI Jawa Timur  sebagai salah satu bentuk solidaritas dan kawan dalam perjuangan melawan penindasan dan tirani. Karena kita mempunyai tugas dan nasib yang sama, yaitu membebaskan diri dari belenggu penindasan dan mewujudkan kehidupan sejahterah dibawah pimpinan rakyat.

BERSATULAH RAKYAT TERTINDAS INDONESIA!!!
Bangkit, Lawan, Hancurkan Tirani

DPW Jawa Timur SBTPI-FBTPI
085257299234 (alvinas) Dep. Pengembangan Organisasi DPP FBTPI
082233922151 (afik) Departemen Advokasi DPP FBTPI
085645775077 (zaki) Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Timur

Bagikan :

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest