“Mogok adalah Pilihan Terakhir Kami”

JAKARTA — Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina akan menggelar mogok nasional pada 19 Juni tepat pukul 00.00 WIB. Pemogokan ini dipastikan akan melumpuhkan distribusi BBM saat arus mudik Lebaran 2017 di wilayah Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera dan Sulawesi.

Ketua AMT Pertamina, Nuratmo, mengatakan, pemogokan ini bukan bertujuan untuk menyabotase arus mudik. Bukan pula untuk menyengsarakan masyarakat yang bergerak pulang kampung menemui sanak keluarga. “Kami karena tidak ada pilihan lain lagi,” kata Nuratmo yang juga anggota Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI), Kamis 15 Juni.

Menurut Nuratmo, seluruh AMT telah bertahun-tahun bekerja tanpa jaminan kesehatan yang memadai. Mereka bekerja lebih dari 12 jam tanpa upah lembur. Saat mengalami kecelakaan kerja, AMT harus menanggung sendiri biaya pengobatan. “Kami hanya dijadikan buruh kontrak meski bekerja bertahun-tahun,” katanya.

Guncangan kemudian datang ketika perusahaan justru memecat sekitar 300 AMT hanya melalui pesan singkat. Tanpa alasan maupun penjelasan apapun. Padahal AMT juga memiliki keluarga yang harus dihidupi terutama menjelang Lebaran. “Sekali lagi, ini pilihan terakhir kami,” ujar Nuratmo dengan yakin.

Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) sebagai induk organisasi mendukung penuh mogok nasional AMT Pertamina. KPBI menyerukan kepada seluruh anggotanya agar terlibat aktif menyebarkan informasi soal pemogokan tersebut.

Ketua KPBI Ilham Syah, juga meminta agar serikat buruh lainnya, serikat tani, mahasiswa dan elemen masyarakat untuk ikut mendukung perjuangan AMT Pertamina. “Mohon maaf sebesar-besarnya apabila pemogokan ini mengganggu kelancaran arus mudik,” kata Ilham. Dia berharap masyarakat ikut mendesak pemerintah untuk peduli pada nasib buruh sehingga AMT tak perlu melakukan mogok.

 

AFIK IRWANTO

Bagikan :

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest