Kronologi Kasus Ketenagakerjaan di PT Berlian Anugerah Transportasi

SURABAYA — Hari ini ratusan buruh transportasi yang tergabung dalam SBTPI-FBTPI PT. Berlian Anugerah Transportasi berunjuk rasa di depan kantor mereka, Jl Perak Timur 110 Surabaya. Massa menuntut agar perusahaan memenuhi hak-hak normatif buruh seperti yang telah diatur UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Begini kronologi selengkapnya kasus ketenagakerjaan sopir PT Berlian Anugerah Transportasi :

1) Pekerja/buruh yang bekerja di PT. Berlian Anugerah Transportasi Surabaya sekitar 100 orang yang bekerja sebagai sopir trailer panjang dan pendek mempunyai masa kerja yang bervariasi. Namun secara umum rata-rata sudah bekerja selama 5 tahun.

2) Selama itu bekerja, buruh PT. Berlian Anugerah Transportasi yang juga sekitar 60an orang anggota PK SBTPI-FBTPI PT. Berlian Anugerah Transportasi belum juga mendapatkan hak-hak normatif nya. Mulai dari upah tidak sesuai dengan UMK (hanya upah borongan sesuai jarak tempuh, contoh Surabaya-jombang di beri Rp 300 ribuan), tidak d daftarkan sebagai peserta BPJS, upah lembur tidak dibayar (padahal mereka bekerja kadang sampai 18 jam), THR tidak sesuai dengan peraturan yang ada, kondisi kerja yang tidak layak, dsb. Hal tersebut sudah melanggar UU No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

3) Kondisi tersebut membuat buruh mulai tidak tahan. Beberapa buruh mulai melakukan protes. Pihak manajemen memanggil untuk memberikan usulan upah borongan (kawan-kawan sopir memberikan usulan dengan membuat proposal) dan kawan-kawan mengatakan juga sudah tergabung dalam serikat pekerja/buruh FBTPI.

4) Setelah mereka bilang tergabung di serikat buruh dengan menunjukkan bukti pencatatan, ada 3 orang yang tidak diberi DO (order) Sumanto, Eko Kusdianto dan abu mulai tgl 18 Mei 2017-21 sampai hari ini.

5) Dengan kondisi tersebut, kawan-kawan mulai melayangkan surat Bipartit kepada perusahaan yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2017.

6) Eko Senin dipanggil ke kantor ada order tp STNK mati akhir nya tidak diorder mulai hari Rabu tgl 17 Mei 2017 sampai hari ini.

7) Setelah surat Bipartit sampai ke perusahaan. pihak perusahaan mulai melakukan Pengambilan kunci dan STNK hari Minggu 21 Mei 2017 siang hari.

8) Pada tanggal 22 Mei 2017, perundingan Bipartit dilakukan. Namun pihak perusahaan tetap kukuh tidak memberikan tuntunan hak-hak normatif dengan dalih para sopir adalah mitra kerja.

9) Maka karena pertemuan Bipartit pertama menemui kebuntuan. Kawan-kawan melayangkan surat Bipartit yang kedua yang akan dilaksanakan pada hari Jum’at 26 Mei 2017.

10) Tanggal 22 Mei 2017 setelah melakukan perundingan dengan pihak manajemen. Intimidasi semakin kencang, dengan beredar isu pihak perusahaan akan mengerahkan preman. Dan tidak memberi order beberapa orang.

11) Tanggal 23 Mei 2017 setelah melakukan perundingan, 9 orang tidak di beri DO. Jadi bertambah 12 orang.

12) Tanggal 24 Mei 2017 kawan-kawan sopir yang juga anggota kami di garansi didatangi marinir tanpa tahu maksud dan tujuannya.

13) Tanggal 25 mei 2017 kawan-kawan supir berlian yang juga sebagian anggota SBTPI-FBTPI diajak pertemuan oleh pihak manajemen. Pertemuan itu tetap tidak menemukan titik temu, pihak perusahaan malah membicarakan peralihan perusahaan. Di Hari itu juga seluruh kunci dan surat armada di ambil oleh pihak perusahaan.

14) Tanggal 26 Mei 2017 perundingan kedua gagal. Pihak perusahaan tidak ingin melakukan perundingan namun menawarkan surat perjanjian tentang manajemen tidak ada hubungannya dengan PT. BAT

15) Itikad baik kawan-kawan untuk melakukan perundingan di balas pihak perusahaan dengan intimidasi dan tidak memberikan order kepada pengurus maupun anggota serikat.

AFIK IRWANTO

Bagikan :

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest