Kita Harus Berbaris

Oleh : Aditya F.

 

 

Seorang teman di PHK

Dia bertanya

anak ku bagaimana

Mulutnya mengaduh

ibuku makan apa

 

 

Hari depan begitu murung

Tanpa cicit suara burung

Kecuali cambuk kuasa

menghajar tempurung

Tanpa belas asih dan ampun

 

 

Seorang teman di PHK

Dia bertanya adilkah dunia

Peluh buruh menghidangkan laba

Bila Tuan tak suka

Kami dibuang kapan saja

 

 

Bibirnya mengaduh

Kami ini manusia

Ayah buat seseorang disana

Anak dari perempuan renta di desa

Kami bukan boneka tak bernyawa

 

 

Seorang teman di PHK dan bergumam

Seluruh hati yang bisa kuberi

akan kuberi, Nak

Seluruh jiwa yang mungkin kusabung

akan kusabung buat Ibu

 

Bila kami dibuang

Keluarga kami turut dibuang

Bila kami diinjak

Martabat kami terasa memar

Tuan! Kami akan melawan!

 

 

Seorang teman di PHK

Nasib ialah gembala kehidupan

Seorang demi seorang berhimpun

Tekad yang sama

Kesumat yang setara

 

 

Perubahan bisa menjelang

Tak ada tembok yang

tak mungkin dirobohkan

Bila Si Jelata berpegangan tangan

Dan itu butuh barisan!

 

Maka kita harus berbaris!

***

puisi ini sebagai solidaritas untuk buruh transportasi Pertamina Patra Niaga yang di-PHK sepihak serta untuk buruh PT Berlian Anugerah Transportasi yang sedang menuntut hak-haknya.

 

Bagikan :

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest