Kemenaker akan Cabut Izin Vendor Outsourcing AMT Pertamina

Jakarta — Kementerian Tenaga Kerja berjanji akan membekukan izin perusahaan vendor penyedia tenaga kerja (outsourcing) bagi Pertamina Patra Niaga dan Elnusa Petrofin. Ini merupakan kesepakatan yang muncul setelah sekitar 1000 buruh melakukan pendudukan di kantor Kemenaker pada Kamis, 7 Juli 2017.

Massa aksi dari 11 depot tersebut semula memaksa terus bertahan di depan kantor Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri hingga ada titik terang. Ini menyusul buntunya perundingan antara perwakilan Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina dengan kedua anak perusahaan Pertamina itu di pagi hari. Perundingan berakhir pukul 10:52 WIB tanpa membuahkan kesepakatan apapun.

Karena massa aksi terus bertahan di Kementerian Tenaga Kerja, perundingan kedua kembali dijalankan. Pada pukul 16.54 WIB, tim advokasi dari massa aksi dipanggil oleh pihak kementeriaan untuk melakukan perundingan.

Aksi yang dilakukan kurang lebih 8 jam ini akhirnya membuahkan hasil. Dalam perundingan ini dihadiri oleh pihak Kemenaker, Sudinaker Jakarta Utara, PPHI, dan awak mobil tangki yang diwakili oleh tim advokasi dari DPP FBTPI.

Setelah menunggu sekitar 3 jam tim advokasi melakukan perundingan, akhirnya massa aksi bisa bernapas lega setelah mendengar hasil perundingan yang disampaikan tim advokasi.

Ketua Advokasi Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia, Gallyta Nur Bawoel, mengatakan, Kementerian Tenaga Kerja dalam waktu dekat akan mengeluarkan surat rekomendasi kepada semua disnaker kota/kabupaten di 11 depot. Rekomendasi itu berisi pencabutan sementara izin operasional semua vendor di bawah PT. Pertamina Patra Niaga selama kasus ini dalam proses pemeriksaan Kementerian Ketenagakerjaan,” ungkap Gallyta saat menyampaikan hasil perundingan, Kamis lalu.

Gallyta Nur juga menambahkan, Kemenaker akan menindaklanjuti nota pemeriksaan khusus kedua di Suku Dinas Jakarta Utara. Pada nota pemeriksaan tersebut menegaskan status para buruh AMT Pertamina Depot Plumpang sebagai karyawan tetap di PT Pertamina Patra Niaga, bukan di perusahaan outsourcing.

Hasil perundingan ini disambut sorak gembira oleh massa aksi. Sebelum massa aksi membubarkan diri, awak mobil tangki dari 11 depot berkomitmen akan mengawal hasil perundingan ini sebagai langkah menuju kemenangan.

Setelah mendapatkan hasil perundingan positif, massa aksi meninggalkan gedung Kemenaker diiringi dengan sholawat sebagai rasa syukur atas hasil perundingan tersebut.

(Tim)

Bagikan :

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest