Ini 13 Tuntutan Awak Mobil Tangki Pertamina

JAKARTA — Ribuan awak mobil tangki (AMT) Pertamina anggota Federasi Buruh Transportasi Perjuangan (FBTPI) siap menggelar mogok nasional di 11 daerah mulai Senin 19 Juni 2017 pukul 00.00 WIB.

AMT yang mogok tersebar di depot Plumpang (975 orang), Padalarang (140 orang), Tegal (100 orang), Banyuwangi (156 orang), Bandung Group (350 orang), Tasik (80), Merak (200 orang), Surabaya (300 orang), Lampung (200 orang), dan Makassar (190 orang).

Mogok ini dipicu oleh PHK sepihak yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga terhadap 414 AMT di awal Juni 2017 melalui pesan pendek. Padahal kebanyakan AMT telah bekerja bertahun-tahun. Selama bekerja itu, AMT hanya dijadikan pekerja kontrak, tidak mendapatkan jaminan kesehatan, dan bekerja penuh selama 12 jam.

Berikut ini 13 tuntutan FBTPI dalam aksi mogok yang rencananya dilangsungkan hingga 26 Juni 2017:

1. Hapuskan sistem kontrak (outsourcing) di lingkungan Kerja PT.Pertamina Patra Niaga
dan PT.Elnusa Tbk.

2. Angkat seluruh kru awak mobil tangki PT.Pertamina Patra Niaga sebagai karyawan tetap di PT Pertamina Patra Niaga dan laksanakan isi Nota Pemeriksaan Sudinakertrans Jakarta
Utara Nomor 4750/-1.838 tertanggal 26 September 2016.

3. Angkat kru AMT PT Elnusa Petrofin (Makasar) dan kru AMT PT. Kopenusa
(Jambi) sebagai Pekerja Tetap di PT.Elnusa Tbk.

4. Terapkan waktu kerja 8 (delapan) jam sehari dan hapus sistim performansi serta bayarkan upah lembur sesuai ketentuan Kepmenakertrans KEP-102/MEN/VI/2004 apabila kru AMT
bekerja melebihi waktu kerja 8 (delapan jam sehari.

5. Bayarkan iuran BPJS secara rutin untuk menghindari penolakan dari pihak rumah sakit/klinik apabila kru AMT menderita sakit atau mengalami insiden Kecelakaan Kerja.

6. Hentikan sistim “BLOKIR” upah dan absen-finger print Crew AMT apabila kru AMT mengalami insiden kecelakaan kerja atau indisipliner, karena terhadap tindakan indispliner sejatinya diberlakukan pengenaan Surat Peringatan Bukan “BLOKIR” upah/absen finger print;

7. Batalkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap kru AMT PT.Pertamina Patra Niaga yang sudah dilakukan oleh pihak Vendor PT.Sapta Sarana Sejahtera dan PT.Garda Utama Nasional (Plumpang/Merak), PT.Ceria Utama Abadi(UJB/Padalarang/Tasik), PT.Absolute Service (Lampung).

8. Bayarkan pesangon kepada kru AMT PT. Pertamina Patra Niaga dan PT.Elnusa Petrofin (Makasar) yang sudah memasuki usia Pensiun dengan memperhitungkan masa kerja masing
masing Crew Awak Mobil Tangki yang bersangkutan.

9. Bayarkan upah kepada 24 orang kru AMT Depot Panjang yang sudah di PHK secara sepihak oleh PT.ABSOLUTE Service terhitung sejak Crew AMT tersebut tidak dipekerjakan di
lingkungan kerja PT.Pertamina Patra Niaga – Depot Panjang-Lampung.

10.Bayarkan pesangon dan upah proses bagi pekerja yang bertugas sebagai OB/Cleaning service dan petugas krani di PT.Pertamina Patra Niaga Depot Plumpang yang sudah di PHK
oleh Manajemen sejak bulan September 2016.

11.Berikan hak atas cuti tahunan bagi kru AMT yang sudah menjalani masa kerja 1 tahun dan cuti panjang bagi kru AMT yang sudah menjalani masa kerja lebih dari 7 (tujuh) Tahun.

12. Bayarkan rapelan upah lembur bagi kru AMT yang selama ini dipekerjakan
selama 12 (dua belas) jam sehari.

13. Segera bayarkan reimbursement untuk biaya pengobatan/perawatan yang telah dikeluarkan oleh kru AMT pada saat berobat akibat sakit atau akibat insiden kecelakaan kerja.

DPP FSBTPI

Bagikan :

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest