AMT Surabaya Dilarang Pasang Tenda Mogok

Surabaya — Mogok kerja yang dilakukan oleh Awak Mobil Tangki (AMT) secara nasional serentak dimulai hari ini, Senin  19 Juni 2017.

Di Surabaya, rencana aksi yang sudah di rencanakan jauh-jauh hari pada pemogokan hari pertama berjalan kurang lancar. Aparat keamanan melarang massa memasang tenda dan poster di tempat pemogokan.

Massa aksi mogok awalnya tiba pukul 00.15 WIB, di depan kantor Pertamina (Persero) Depot Surabaya dengan membawa atribut bendera serta bambu yang akan digunakan membuat tenda. Namun saat persiapan itu, massa didatangi oleh AKP Mukarom, seorang intel KP yang melarang pemasangan tenda dan penyebaran poster.

Negosiasi panjang pun terjadi antara perwakilan massa aksi yang diwakili oleh juru bicara dengan pihak kepolisian. “Kepolisian tidak mengijinkan aksi mogok di malam hari dan mendirikan tenda di seputaran area objek vital PT. Pertamina. Pihak pengamanan Polres KP3 Tanjung Perak menyarankan proses penyelesaian dengan mediasi karena keamanan adalah milik kita bersama,” ungkap AKP Mukarom.

Seperti yang kita ketahui bahwasanya, sebelum terjadi keputusan mogok perundingan-perundingan sudah dilakukan namun tidak menemui jalan keluar.

Hal inipun dibantah oleh juru bicara dari massa aksi mogok bahwa AMT tidak melaksanakan aksi ujuk rasa akan tetapi melaksanakan aksi mogok kerja karena manajemen tidak dapat melaksanakan dan memenuhi beberapa tuntutan para AMT.

Negosiasi yang berlangsung sekitar 45 menit ini pun masih belum menemui jalan keluar. Kepolisian tetap melarang massa memasang tenda dan poster di sepanjang jalan menuju area pelabuhan.

Setelah negosiasi massa aksi pun hanya memasang atribut-atribut bendera dan banner tuntutan saja dan istirahat. Kemudian pada pukul 06.00 akan dilanjutkan dengan pembukaan dan konferensi pers dari massa aksi Awak Mobil Tangki Depot Surabaya.

AFIK IRWANTO

Bagikan :

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest