AMT Perpanjang Aksi Mogok Hingga 6 Juli

Surabaya — Awak mobil tangki yang tergabung dalam Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI) memperpanjang aksi mogok dari 26 Juni menjadi 6 Juli 2017.

Perpanjangan itu karena Pertamina belum juga merespon tuntutan AMT meski aksi mogok telah berlangsung empat hari. Para AMT menuntut upah rapelan lembur sejak tahun 2011, BPJS yang tidak dibayarkan, PHK sepihak, dan status hubungan kerja yang masih kontrak. Padahal jika mengacu UU No. 13 tahun 2003, AMT seharusnya berstatus karyawan tetap.

“Sampai hari ini Pertamina tidak memberikan respon yang baik. Kami akan terus melakukan pemogokan sampai tuntutan kami terpenuhi,” Kata humas aksi mogok kerja AMT Surabaya.

Mereka telah memberikan surat pemberitahuan perpanjangan mogok kepada Polres, KP3, Disnaker, Prima Perdana Mandiri, Pertamina Patra Niaga, dan Pertamina.

Perpanjangan mogok kerja ini akan diikuti oleh 11 depot lainnya. Semuanya mendesak Pertamina agar segera memenuhi tuntutan AMT. Mereka tidak patah semangat dalam melakukan perjuangan ini.

“Kami berada dalam jalan kebenaran, saya yakin perjuangan kami tidak akan sia-sia. Kami tidak mau ditindas, kami tidak mau diperbudak, kami akan terus berjuang sampai kemenangan dapat kami raih,” tegas koodinator lapangan yang ditemui pada saat istirahat.

Massa aksi mogok kerja AMT Depot Surabaya sampai hari ini masih terjaga dan berkumpul di samping pintu keluar TBBM Surabaya Group. Massa menunggu hasil pertemuan yang dimediasi Menteri Tenaga Kerja. (R.S)

Bagikan :

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest