AMT Banyuwangi Tetap Kompak Mogok

Banyuwangi — Sinar matahari membangunkan para buruh Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina Patra Niaga. Rabu kemarin matahari cukup cerah akan tetapi tak secerah hati buruh AMT yang mogok selama tiga hari ini.

Seperti hari-hari sebelumnya, para AMT bangun dan langsung bergegas ke lapangan pada pukul 07:30 WIB. Mereka masuk dalam barisan dan melakukan absensi untuk mengetahui jumlah massa aksi.

Jumlah yang hadir Rabu kemarin, sebanyak 124 orang. Terdiri dari 117 buruh AMT dan 7 orang mahasiswa yang turut serta dalam aksi pemogokan. Kordinator lapangan pun memandu massa aksi untuk senam pagi. Selanjutnya pimpinan massa berorasi politik sebagai penyemangat dan memantapan tekad untuk terus berjuang menuntut hak-hak normatif sebagai buruh. Orasi politik tersebut disambut dengan antusias seluruh massa aksi. Membuktikan bahwa massa aksi sudah begitu mantap berjuang di hari ketiga pemogokan ini.

Setelah orasi, dilanjutkan dengan menyayikan lagu- lagu perjuangan dan meneriakan yel – yel dengan begitu bersemangat sehingga membuat riuh tempat pemogokan.

Pada pukul 10:38, kepala desa Ketapang bersama komandan TNI AD KODIM Banyuwangi datang menemui massa. Selain untuk melihat kondisi buruh, mereka menghimbau agar massa tidak berbuat anarkistis. Belajar dari pengalaman mogok sebelumnya yang dilakukan oleh buruh pelabuhan penyebrangan Ketapang yang merobek – robek spanduk perusahan.

Kepala desa Ketapang juga menanyakan legalitas tuntutan buruh AMT untuk diangkat sebagai karyawan tetap Pertamina Patra Niaga.

Selanjutnya sekitar pukul 15.02, korlap mengumpulkan massa aksi untuk mengisi absensi. Mereka kemudian menggelar diskusi terkait tuntutan yang dipandu oleh pengurus DPW FBTPI Jatim Moch. Zacky. Diskusi berjalan kurang lebih 1 jam. Tak lama kemudian korlap pun memberikan intruksi agar massa aksi melakukan kerja bakti atau gotong royong untuk membersihkan area sekitar pemogokan.

Di sela-sela mogok itu beberapa buruh AMT menyempatkan bermain volly dan sepak bola untuk mengisi kekosongan waktu sambil menunggu waktu berbuka puasa tiba.

Tak lama kemudian para buruh AMT berkumpul dan bersiap-siap untuk berbuka puasa sambil bercanda gurau. Pada saat adzan Magrib tiba, para AMT makan bersama untuk berbuka puasa dan menjalankan sholat Magrib. Dilanjutkan setelah sholat taraweh dan istigosah sampai pukul 20.15 WIB. (A.R)

Bagikan :

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest