AMT Banyuwangi Siap Perpanjang Mogok

Banyuwangi — Empat hari sudah AMT (awak mobil Tanki) depot Banyuwangi melakukan mogok kerja di posko pemogokan. Isi kegiatan aksi yang diikuti sekitar 116 AMT ini pun tidak jauh berbeda dengan aksi yang dilakukan tiga hari sebelumnya.

Di hari keempat ini, AMT Banyuwangi mendapat instruksi DPP FBTPI untuk memperpanjang aksi mogok. Aksi yang sedianya dilakukan hanya sampai tanggal 26 Juni 2017 diperpanjang sampai tanggal 6 Juli 2017.

Instruksi ini pun langsung di respon dengan cepat oleh para peserta mogok dengan memberikan surat pemberitahuan perpanjangan aksi mogok kepada lima pihak: yaitu kepala kepolisian Resort Banyuwangi, kepala Polsek kalipuro, kepala Dinas Ketenagakerjaan, PT Pertamina Patra niaga dan dan PT CAT.

Perpanjangan ini karena pertemuan yang difasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan dan beberapa pihak terkait berakhir buntu. Pertamina enggan memenuhi tuntutan AMT. Bahkan dalam pertemuan tersebut pihak Pertamina mengatakan: “Bahwa orang-orang yang terlibat aksi pemogokan itu adalah pemalas dan terkena PHK,” ujar Zaki ketua pimpinan wilayah FBTPI Jawa timur yang disampaikan kepada peserta mogok setelah melakukan istighosah.

Zaki juga menyampaikan bahwa Pertamina telah menyebarkan berita hoax ke media. “Pertamina mengatakan bahwa mogok massal tidak menghambat distribusi BBM ke beberapa SPBU. Padahal faktanya di beberapa tempat seperti di Banyuwangi, Jember dan banyak tempat lain distribusi BBMnya terhambat.”

Di momen yang sama, perwakilan DPP FBTPI Afik Irwanto menyosialisaikan ke peserta terkait dengan perpanjangan aksi mogok. Dia meminta agar AMT tidak takut. Sebab perpanjangan aksi mogok akan didukung oleh komisariat-komisariat FBTPI, federasi lain yang tergabung dalam Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (FBTPI).

(Q)

Bagikan :

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest