156 Awak Mobil Tangki Banyuwangi Mogok

Banyuwangi — Sekitar 156 buruh Awak Mobil Tangki (AMT) Banyuwangi, mulai melakukan aksi mogok kerja nasional Senin 19 Juni 2017, tepat pukul 00.00 WIB. Para AMT tersebut bertugas mendistribusikan bahan bakar minyak ke SPBU Banyuwangi, Jember, Situbondo dan Bondowoso.

Mereka membuat tenda perjuangan menggunakan terop sederhana di sekitar depan Depot Pertamina Banyuwangi, di Ketapang, Kecamatan Kalipuro.

Tenda perjuangan tersebut yang akan dijadikan sebagai tempat dan titik kumpul dalam massa selama 6 hari hingga 26 Juni 2017. Selain tenda, terdapat juga bendera, banner, dan poster yang bertuliskan tuntutan massa seperti ‘Hapuskan sistem kerja outsourcing’.

Pembukaan aksi mogok ini dihadiri sekitar 68 orang, yang seluruhnya adalah buruh AMT sekaligus anggota serikat dari Ferikat Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI). Acara pembukaan mogok kerja cukup lancar dan tidak ada kendala yang menghalangi massa.

Dalam pembukaan ini, dihadiri pula oleh Much. ┬áZacki sebagai ketua FBTPI Jatim. Zacki memberikan arahannya kepada perangkat dan massa aksi secara keseluruhan bahwa aksi mogok kerja nasional ini adalah sah dan tidak melanggar hukum. “Hak buruh untuk mogok dilindungi undang-undang,” kata Zacki kepada massa.

Dia memberikan penegasan kepada massa aksi untuk tidak takut dan tidak ragu-ragu dalam perjuangan ini. Karena apa yang dilakukan adalah sebuah kebenaran untuk menuntut keadilan yang sudah dirampas oleh PT. Pertamina Patra Niaga.

Selain itu, para buruh AMT pun saling menguatkan satu sama lain. Salah seorang peserta aksi mengatakaa: “Kita harus selalu bersama-sama dalam perjuangan ini, tidak ada yang boleh pulang, harus 24 Jam di tenda perjuangan sebagai bentuk komitmen kawan-kawan dalam berjuang,” ujarnya.

Aksi mogok pun dilanjut dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan yel-yel sebagai penyemangat mereka. Salah seorang mahasiswa dari Malang turut membantu untuk memimpin menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan yel-yel.

Di akhir aksi sebelum sahur, peserta di persilahkan untuk istirahat dan makan sahur. Mereka kemudian pulang untuk mengambil seragam kerjanya dan jam 6 pagi harus kembali ke tenda perjuangan.

(SBTPI-FBTPI Banyuwangi)

Bagikan :

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest